Kebakaran di TNGM Srumbung Magelang
Kebakaran di Lereng Merapi Berhasil Dipadamkan, Luas Hutan yang Terbakar 6,9 Hektare
Kobaran api benar-benar berhasil dipadamkan oleh tim gabungan sekitar pukul 13.00 WIB.
Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Magelang, TNI, Polri, TNGM, petugas Pemadam Kebakaran dan masyarakat berhasil memadamkan kobaran api yang menghanguskan kawasan hutan di Jurangjero, Dusun Soko, Desa Ngargosoko, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang Kamis (12/10/2023).
Kobaran api benar-benar berhasil dipadamkan oleh tim gabungan sekitar pukul 13.00 WIB.
Petugas gabungan memadamkan api dengan menggunakan tongkat kayu serta air.
Kebakaran yang melanda kawasan hutan di Jurangjero, Taman Nasional Gunung Merapi(TNGM) ini pertama kali diketahui sekitar pukul 09.30 WIB.
Titik api pertama kali diketahui oleh petugas TNGM bernama Sutrisna Haryanta.
Kebakaran itu kemudian dilaporkak ke pihak-pihak terkait hingga akhirnya tim gabungan langsung mendatangi lokasi kebarakan untuk memadamkan api.
Titik api pertama kali muncul di sekitar Dam Ombo.
Api cepat membesar karena lahan yang terbakar merupakan semak belukar dan kawasan hutan pinus.
Petugas gabungan yang datang ke lokasi langsung memadamkan api dengan cara memukul dengan menggunakan tongkat.
Baca juga: Kebakaran di TNGM Srumbung Magelang, Ini Langkah BPBD Kabupaten Magelang
Baca juga: BREAKING NEWS : Kebakaran di TNGM Srumbung Kembali Terjadi, Ini Penjelasan BPBD Kabupaten Magelang
Baca juga: Kronologi Kawasan Hutan di Jurangjero Srumbung Magelang Terbakar
Sementara lokasi yang bisa terjangkau mobil pemadam, pemadamannya menggunakan air.
Luas lahan yang terbakar mencapai 6,9 hektare.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Magelang Edi Wasono mengungkapkan pihaknya belum mengetahui penyebab kebakaran.
"Untuk penyebab belum diketahui dengan pasti. Sampai sekitar pukul 13.00 WIB, tim gabungan BPBD Kabupaten Magelang berhasil memadamkan api," ungkap Edi kepada wartawan, Kamis (12/10/2023).
Meski api sudah padam, tim gabungan masih terus berpatroli di kawasan sekitar TNGM untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi membesar lagi.
"Kami lakukan pemadaman api dengan cara manual, memukul-mukul dengan tongkat, ada juga yang disemprot menggunakan air dari mobil pemadam kebakaran," beber dia.
Dengan ini, kebakaran di Srumbung sudah terjadi sebanyak tiga kali dalam kurun waktu dua bulan ini.
Musim kemarau membuat hutan dan lahan di kawasan itu kering dan mudah untuk terbakar, percikan api kecil saja bisa memicu kebakaran yang lebih besar.(tsf)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.