Peringati Hari Batik Nasional, Ribuan Prajurit TNI di DIY Membatik Massal di Jalan Jenderal Sudirman

Gabungan prajurit TNI AD, AL dan AU tersebut kompak membatik di tengah  Jalan Jenderal Sudirman, Yogyakarta.

Dok. Penrem 072 Pamungkas
Sebanyak 1.001 prajurit TNI memecahkan rekor Muri dengan membatik tulis secara massal di Yogyakarta, Senin (2/10/2023) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 1.001 prajurit TNI memecahkan rekor dunia dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) dengan membatik tulis secara massal di Yogyakarta pada Senin (2/10/2023).

Gabungan prajurit TNI AD, AL dan AU tersebut kompak membatik di tengah  Jalan Jenderal Sudirman, Yogyakarta.

Kegiatan tersebut sekaligus untuk merayakan Hari Batik Nasional yang diperingati tiap tanggal 2 Oktober.

Kegiatan bertajuk Abhinaya Abyakta Batik Jogja 2nd Series 2023 ini diselenggarakan atas kerjasama antara TNI, komunitas seniman, The Phoenix Hotel Yogyakarta, Pemda DIY, dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

Sebelum membatik, para prajurit duduk berkelompok masing-masing empat orang di tengah Jalan Jenderal Sudirman, dengan selembar kain putih berukuran 50x50 cm bermotif burung Phoenix.

Masing-masing kelompok disediakan satu kompor dengan cairan malam di atas wajan kecilnya, dan masing-masing prajurit memegang canting.

Aktivitas membatik tersebut berlangsung sekitar 45 menit.

Petugas Muri kemudian menghitung satu per satu prajurit peserta membatik massal. Mereka juga memastikan para prajurit ini betul-betul membatik.

Museum Rekor Indonesia atau Muri mencatat, aktivitas ini sebagai rekor ke 11.264 dan sertifikat diserahkan langsung di atas panggung utama.

Sertifikat rekor Muri tersebut lantas diserahkan kepada Komandan Korem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Joko Purnomo .

Sedangkan medali diterima oleh Senior Vice President Operations and Government Relations Accor Indonesia and Malaysia, Adi Satria serta plakat diterima oleh GM The Phoenix Hotel Yogyakarta, Rulvastina Randy.

Brigjen TNI Joko Purnomo mengaku bangga dengan pencatatan rekor Muri ini.

Dukungan penuh ia berikan pada kegiatan ini sebagai upaya melestarikan batik sebagai warisan dunia.

"Kita kirim 1.001 prajurit di event ini untuk mendukung pencatatan rekor Muri. Kita kukuhkan kembali batik sebagai kekayaan bangsa kita dan kita sosialisasikan ke masyarakat," ujar Brigjen Joko Purnomo.

Senior Vice President Operations and Government Relations Accor Indonesia and Malaysia, Adi Satria menuturkan, kolaborasi pihaknya dengan TNI ini sangat penting dalam rangka mempromosikan budaya luhur bangsa.

 "Batik salah satu karya benda dan intelektual yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia. Kita harus bangga dan ayo lestarikan bersama," tutupnya.

Sementara Sekda DIY, Beny Suharsono, mengatakan event ini begitu istimewa karena pada tanggal 2 Oktober 2009 lalu, Batik Indonesia ditetapkan sebagai  warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi dari UNESCO sekaligus diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

“DIY telah memiliki tiga warisan budaya tak benda yang diakui UNESCO, yaitu keris, wayang dan batik. Untuk itu, menjadi tugas kita bersama untuk mengaktualisasi warisan budaya tak benda menjadi sebentuk etos atau karya, dalam berbagai bentuk dan media,” ujar Beny.

Beny menambahkan, transformasi dari mitos menjadi etos, dari tataran filosofi ke ranah praksis merupakan upaya pelestarian sekaligus pemberdayaan budaya.

Tanpa ada upaya transformasi, budaya akan mengalami kemunduran, dan pada akhirnya sirna dari peradaban.

“Saya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas upaya Grup Perhotelan Accor bersama Tentara Nasional Indonesia untuk turut mengambil peran dan berkontribusi dalam menumbuhkembangkan rasa cinta dan bangga akan warisan budaya Indonesia. Mari bersama kita lestarikan batik sebagai warisan budaya, agar eksistensinya terus terjaga,” imbau Beny. (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved