Bawaslu Purworejo Gandeng Media dan Ormas Cegah Informasi Hoax dan Ujaran Kebencian 

Bawaslu Kabupaten Purworejo mengajak jurnalis media dan organisasi masyarakat (Ormas) untuk turut berperan aktif cegah hoaks

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Dewi Rukmini
Penandatanganan nota kesepahaman kerjasama (MOU) antara Bawaslu dengan Ketua PWI Kabupaten Purworejo, Aris Hirmawan, Ketua KAHMI Purworejo, Makin Mubasir, dan IKAPMII Kabupaten Purworejo, Rohmat Taufiq, dalam sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif di Hotel Sanjaya Inn, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Rabu (20/9/2023). 


Ketua PWI Kabupaten Purworejo, Aris Hirmawan, mengungkapkan kerjasama Bawaslu dengan insan pers di daeeha itu sudah teejalin cukup lama. Begitu juga hubungan dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Purworejo. 


Pihaknya pun berharap, hubungan kerjasama itu tetap berjalan baik ke depan. Terutama dalam mengawal pesta demokrasi di Kabupaten Purworejk bisa berjalan jujur, adil, dan sukses. 


“Tugas wartawan dan Bawaslu itu sama, yakni sama-sama melakukan pengawasan, cuma inplementasinya berbeda. Maka kami harus bersinergi dalam mengawal Pemilu 2024,” katanya. 

Terpisah, Ketua KAHMI Purworejo, Makin Mubasir, mengucapkan terima kasih karena digandeng Bawaslu untuk berpartisipasi melakukan pengawasan pemilu. Menurutnya, anggota KAHMI memiliki jaringan-jaringan yang tersebar di masyarakat, semisal istri, saudara, hingga anak. 

Dikatakan, jaringan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan pemilu berkualitas di Kabupaten Purworejo, melalui pengawasn partisipatif. 

"Jadi pemilu itu susah menjadi pilihan, kalau ada perbedaan pilihan itu adalah keniscayaan, sehingga rivalitas sesama peserta pemilu pasti ada. Tetapi yang harus kita kerjakan saat ini, bagaimana agar pemilu tetap dalam kondisi sejuk. Toh yang dipilih dan memilih adalah saudara kita," ujarnya. 

"Siapapun nanti yang terpilih, baik kalah ataupun menang, tetap bisa merasa menang karena sudah melaksanakan pemilu dengan sukses," tambahnya. 

Sementara itu, Ketua IKAPMII Kabupaten Purworejo, Rohmat Taufiq, berharap kejadian Pemilu 2019 tidak terulang pada Pemilu 2024 mendatang.

Dimana kala itu masyarakat menjadi terpecah-belah karena adanya berita simpang siur atau hoax.


"Kerjasama ini diharapkan menjadi kemesraan diantara kami (ormas) dengan Bawaslu terutama media untuk membeeikan informasi benar kepada masyarakat. Sehingga, pelaksanaan pemilu bisa lebih berkualitas, pemimpin kita juga berkualitas," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved