Berita Jogja Hari Ini

DPKP DIY: Ketersediaan Pangan Aman, Ada 1.000 Hektare Padi Akan Dipanen Hingga Akhir Oktober 2023

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY memastikan penyediaan pangan, terutama beras di DIY masih aman. 

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
(KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)
Ilustrasi beras 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY memastikan penyediaan pangan, terutama beras di DIY masih aman. 

Kepala DPKP DIY, Sugeng Purwanto mengatakan hingga saat ini belum ada laporan terkait kekeringan yang mengancam ketersediaan pangan di DIY.

Pihaknya pun telah melakukan monitoring di sejumlah titik yang dianggap rawan kekeringan. 

Baca juga: Agenda Jogja Akhir Pekan : Gunung Sewu Festival dengan Bintang Tamu JHF, Omwawes dan Pendhoza

"Terkait dengan kekeringan ini provinsi tetap waspada, tetap melakukan langkah-langkah antisipatif. Tapi yang pasti sampai saat ini, laporan kekeringan dari kabupaten belum ada. Kami sudah monitor lokasi-lokasi yang selama ini menjadi langganan bencana kekeringan," katanya, Jumat (08/09/2023). 

"Di lapangan secara umum memang kekeringan dalam arti kekurangan air itu sudah mulai kelihatan. Namun kalau ditinjau dari permasalahan kekeringan Terkait penyediaan pangan, sampai saat ini masih aman," sambungnya. 

Bahkan ia menyebut masih ada lahan-lahan produktif yang bisa panen hingga akhir Oktober 2023 ini.

Ia menyebut kurang lebih ada 1.000 hektare lahan padi yang bisa dipanen. 

Daerah yang masih memungkinkan untuk panen antara lain, Sleman barat, Kulon Progo bagian selatan, Gunungkidul bagian timur, seperti Ponjong, Karangmojo, dan sebagian besar Bantul. 

"Potensi plus minus 1.000 hektare masih dimungkinkan. Ini kita bicara padi saja, kalau tanaman holtikultura lain masih banyak. Sehingga untuk ketersediaan pangan di DIY ini masih aman," terangnya. 

Pihaknya mendorong masyarakat kelompok tani memanfaatkan sisa air untuk segera melakukan penanaman tanaman pangan. 

"Kepada masyarakat kelompok tani yang masih memungkinkan untuk bertanam tanaman pangan, menyegerakan penanaman. Memanfaatkan sisa air yang ada. Kami mendorong untuk menanam yang varietas umur pendek dan yang tahan kering, ragamnya banyak," ujarnya. (maw) 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved