Hari Guru Nasional: Mengenal Kiprah Guru SD Mukarta
Setiap 25 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Guru Nasional sebagai momentum mengapresiasi dedikasi para pendidik.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Setiap 25 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Guru Nasional sebagai momentum mengapresiasi dedikasi para pendidik dalam membangun peradaban.
Tahun 2025 mengusung tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat”, sebuah pesan yang menegaskan bahwa ketangguhan negara hanya akan lahir melalui guru-guru yang berdaya, berkarakter, dan terus berkarya.
Semangat ini sangat terasa di SD Muhammadiyah Karangkajen Yogyakarta (Mukarta), sebuah sekolah yang selama puluhan tahun dikenal sebagai ruang lahirnya inovasi, keteladanan, dan prestasi.
Pada peringatan Hari Guru Nasional tahun ini, para guru Mukarta kembali menorehkan capaian membanggakan.
Tidak hanya dalam bidang seni, tetapi juga literasi dan olahraga.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa guru tidak hanya mengajar, tetapi juga terus belajar dan mengembangkan potensi diri, demi memberi teladan nyata kepada para peserta didik.
Dari berbagai rangkaian lomba dalam rangka Hari Guru Nasional tingkat Kota Yogyakarta, guru-guru Mukarta tampil gemilang. Muhammad Raddhika Abdan Syakuro, S.Pd, berhasil meraih Juara 1 Lomba Nyanyi Solo Putra Tingkat Kota Yogyakarta. Suaranya yang khas, teknik vokal yang matang, serta penghayatan mendalam pada lagu yang dibawakan menjadikan Raddhika mampu memukau dewan juri dan hadirin.
Prestasi berikutnya diraih oleh Aba Idris Shalatan, yang menyabet Juara 3 Lomba Nyanyi Solo Putra pada ajang yang sama. Meski menghadapi persaingan ketat dari peserta-perta terbaik se-Kota Yogyakarta, Idris menunjukkan performa yang stabil dan penuh penjiwaan. Kedua kemenangan ini sekaligus menegaskan bahwa guru Mukarta tidak hanya unggul dalam kelas, tetapi juga memiliki bakat seni yang terus terasah.
Kepala SD Muhammadiyah Karangkajen Novia Nuryany dan Tri Nugroho dalam keterangannya, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan.
“Prestasi ini bukan hanya milik para juara, tetapi juga kebanggaan seluruh keluarga besar Mukarta. Guru yang terus berkarya akan melahirkan murid-murid yang juga berprestasi,” ungkapnya.
Keunggulan Mukarta tidak hanya tampak pada seni, tetapi juga di bidang literasi. Tahun 2025 menjadi momentum penting karena beberapa guru berhasil menerbitkan karya tulis berupa buku bertema Sumbu Filosofi serta antologi puisi bersama siswa.
Sumbu Filosofi Yogyakarta—yang memuat gagasan harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas—menjadi inspirasi bagi para guru untuk mengangkat nilai-nilai kearifan lokal dalam karya tulis mereka.
Buku-buku ini tidak hanya memperkaya khasanah literasi sekolah, tetapi juga memberikan pendidikan karakter melalui cerita dan refleksi filosofis yang dekat dengan kehidupan anak-anak.
Selain itu, antologi puisi yang ditulis guru bersama para siswa menjadi wujud kolaborasi kreatif antara pendidik dan peserta didik.
Anak-anak diajak mengekspresikan perasaan, pengalaman, dan imajinasi mereka dalam bentuk puisi.
Guru berperan sebagai pembimbing, editor, sekaligus mitra kreatif.
| Plafonisasi BBM Kendaraan Dinas Pemkot Yogyakarta Diklaim Bisa Menghemat Anggaran Rp4 Miliar Setahun |
|
|---|
| Layanan Publik Tetap Normal Meski Ada WFH, Hasto Wardoyo Apresiasi ASN Pemkot Yogyakarta |
|
|---|
| Akhir Cerita Street Coffee Viral Jembatan Kewek Yogyakarta: Dirazia Satpol PP, Disentil Sekda DIY |
|
|---|
| 7 Pejabat Internal Pemkot Lulus Seleksi Administrasi Calon Sekda Kota Yogyakarta, Ini Daftarnya |
|
|---|
| Pemkot Yogya Pangkas Anggaran Perjalanan Dinas, Dialihkan untuk Revitalisasi Lapangan hingga Trotoar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/hari-guru-nasional-mukarta.jpg)