Kisah Tragis Vladimir Komarov, Kosmonot Soviet yang Jatuh dari Ruang Angkasa

Vladimir Komarov tewas menghantam bumi, saat pesawat ruang angkasa Soyuz 1 jatuh tak terkendali tanpa ada parasut yang mengembang

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
net
Kerabat melepas kepergian Vladimir Komarov yang tewas dalam kecelakaan Soyuz 1 

Lantaran pada penerbangan pra-tes, ternyata ditemukan ada 203 masalah struktural pada Soyuz 1.

Tapi hal itu tidak pernah terjadi alias rencana ini tetap dilaksanakan.

Pada tanggal 23 April 1967, Komarov memulai perjalanan luar angkasa yang nahas tersebut.

Selama 24 jam, ia mampu mengorbit Bumi sebanyak 16 kali.

Namun, dia tidak dapat menyelesaikan tujuan akhir misinya yakni bertemu dengan pesawat lainnya yang akan diluncurkan.

Hal ini terjadi lantaran salah satu dari dua panel surya yang memasok energi untuk manuver tersebut gagal dipasang.

Kerabat melepas kepergian Vladimir Komarov yang tewas dalam kecelakaan Soyuz 1
Kerabat melepas kepergian Vladimir Komarov yang tewas dalam kecelakaan Soyuz 1 (net)

Pesawat itu mulai menghadapi masalah navigasi.

Sistem kendali termal merosot, komunikasi dengan bumi juga terputus.

Melihat semua masalah ini, pengawas darat memutuskan untuk membatalkan peluncuran Soyuz 2 dan memutuskan untuk memulangkan Komarov.

Dengan menggunakan prosedur yang belum pernah dia praktikkan dalam pelatihan, Komarov berhasil menyelaraskan pesawat ruang angkasa dan menembakkan roketnya sendiri.

Tak lama setelah itu, Komarov berhasil masuk kembali ke atmosfer bumi pada orbitnya yang ke-19.

Namun saat kabin turun menembus atmosfer, parasut utama kapsul itu ternyata tak mengembang.

Soyuz 1 kemudian jatuh dengan kecepatan tinggi ke padang rumput di Orenberg pada pukul 7 pagi hingga menewaskan Komarov.

Kabinnya meledak akibat benturan yang sangat kuat tersebut.

Tim pemulihan Angkatan Udara Soviet yang tiba di lokasi, tak menemukan jasad Komarov.

Mereka hanya menemukan benda hangus yang tak berbentuk.

Selain itu, pinggiran bagian atas Soyuz menjadi satu-satunya perangkat keras yang dapat mereka identifikasi. (*)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved