Berita Internasional

Ini Senjata Flamethrower Terbaru Rusia yang Jadi Mimpi Buruk Bagi Infanteri

TOS-2 ini merupakan versi terbaru dari sistem senjata Flamethrower Rusia yang pada dasarnya merupakan unit artileri roket dengan amunisi termobarik

Tayang:
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
Wikimedia Commons
Senjata Flamethrower berat bernama TOS-2 Tosochka milik Rusia 

TRIBUNJOGJA.COM - Kementerian Pertahanan Rusia baru-baru ini merilis video yang memperlihatkan senjata terbaru mereka berupa pelontar api atau Flamethrower berat bernama TOS-2 Tosochka.

Senjata ini diklaim telah memusnahkan formasi pasukan Ukraina yang bersembunyi di parit-parit.

Sebagaimana diberitakan Sputnik News, TOS-2 ini merupakan versi terbaru dari sistem senjata Flamethrower Rusia yang pada dasarnya merupakan unit artileri roket dengan amunisi termobarik.

Versi pertamanya yakni TOS-1 Buratino yang dikembangkan pada tahun 1970an.

Senjata ini digunakan pada masa Soviet dan ketika intervensi militer di Afghanistan di tahun 80an.

TOS-1 Buratino kemudian digantikan dengan versi yang lebih baru yakni TOS-1A yang dipasang pada sasis tank T-72.

Adapun versi paling barunya ini yaitu TOS-2 Tosochka dipasang pada truk lapis baja segala medan dengan penggerak 6x6.

Hal itu memungkinkan senjata ini bisa bermanuver lebih lincah dibandingkan pendahulunya.

Terlebih TOS-2 ini memiliki bobot yang lebih ringan yakni sekitar 20 metrik ton, sedangkan versi sebelumnya berbobot 46 metrik ton.

Militer Rusia mengeklaim bahwa jenis amunisi baru TOS-2 ini bisa dilontarkan dari jarak 6 kilometer.

Sehingga hal itu dinilai lebih aman lantaran bisa dioperasikan dari jarak yang cukup jauh.

Adapun dengan kapasitas 18 barel, maka senjata ini bisa mengubah areal seluas 60,000 meter persegi menjadi lautan api yang berkobar.

Alat ini menjadi senjata yang sempurna untuk melenyapkan pasukan infanteri musuh, baik itu pasukan yang berada di area terbuka maupun yang berada di dalam lubang atau parit-parit.

Ini ideal juga untuk membersihkan benteng pertahanan musuh hingga bisa menghanguskan kendaraan ringan lapis baja.

Rusia tak mengungkapkan berapa banyak flamethrower yang mereka miliki sekarang.

Namun pada tahun 2018 lalu, sebuah media Rusia melaporkan bahwa militer Moskow, pada saat itu, diperkirakan akan menerima lebih dari 70 sistem senjata TOS-1A. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved