5 Pendapat SBY Soal Cawe-cawe Pemilu 2024

Lewat buku setebal 27 halaman yang ditulisnya, SBY membeberkan pendapatnya menanggapi statmen Presiden Jokowi soal cawe-cawe pemilu tersebut.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Instagram @aniyudhoyono
Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono 

Sekarang ini, lanjut SBY, rakyat kita terbelah antara yang pro-keberlanjutan dan yang menginginkan perubahan.

Menurut dia, kedua aspirasi dan keinginan itu sah.

Sebaliknya, akan menjadi persoalan besar jika tidak ada satu pun calon pemimpin yang dianggap mewakili rakyat yang pro-perubahan.

“Separuh rakyat kita bisa marah karena tak ada yang mewakili mereka. Mereka juga sangat kecewa karena tak ada pasangan capres-cawapres yang mereka bisa titipkan harapan dan aspirasinya. Kalau separuh rakyat kita marah, bagaimanapun akan berakibat pada adil dan damainya Pilpres 2024 mendatang,” tutur SBY.

Kemudian terkait dengan kabar soal Presiden Jokowi tak suka dengan bakal capres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan, SBY pun tidak mempermasalahkannya.

Sebab, tidak ada larangan bagi Jokowi untuk tidak suka dengan Anies.

Tidak boleh juga ada yang melarang Presiden Jokowi tidak suka dengan Anies.

Seandainya Jokowi berupaya secara politik agar Anies tak menjadi capres pada Pilpres 2024, kata SBY, itu pun tidak melanggar hukum.

Sebab, politik memang demikian.

Namun, menurut SBY, menjadi persoalan ketika cara yang dipilih oleh pihak Jokowi untuk mencegah Anies menjadi capres bertentangan dengan etika seorang presiden, apalagi kalau masuk ke wilayah penyalahgunaan kekuasaan.

“Misalnya, dicari-cari kesalahan Anies Baswedan secara hukum, dan akhirnya dijadikan tersangka atas pelanggaran hukum tertentu,” kata SBY.

“Sebagai seorang sahabat, saya sungguh berharap beliau tidak melakukannya,” lanjutnya.

Cara lain untuk menggagalkan niat Anies menjadi capres misalnya dengan mengamputasi salah satu dari tiga partai yang hendak mengusungnya, antara Demokrat, Nasdem, atau Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Jika saja satu dari tiga parpol yang bakal mengusung Anies ini tidak lagi memberikan dukungan, maka, rencana pencapresan Anies bubar jalan.

“Kalau menggagalkan koalisi pengusung Anies ini karena hasil kerja politik, saya tidak punya komentar. Tetapi, kalau sebuah partai sengaja dikerjain agar tak lagi bisa mencalonkan Anies, seperti dugaan banyak kalangan atas PK (Peninjauan Kembali) Moeldoko (Kepala Staf Presiden Jokowi) yang masih berstatus aktif, maka ini juga sebuah masalah yang serius yang dampaknya sangat besar,” ucap SBY.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved