Berita Purworejo

DKPP Purworejo Akan Terjunkan Puluhan Petugas Keswan untuk Pantau Penyembelihan Hewan Kurban

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo bakal menerjunkan puluhan petugas untuk memantau proses penyembelihan hewan kurban di

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Dewi Rukmini
Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet DKPP Kabupaten Purworejo, Sri Widarti, saat ditemui di ruangannya, Senin (26/6/2023). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini

TRIBUNJOGJA.COM, PURWOREJO - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo bakal menerjunkan puluhan petugas untuk memantau proses penyembelihan hewan kurban di masyarakat selama momen Iduladha 2023. 

Langkah tersebut diambil untuk memastikan bahwa daging kurban yang diterima masyarakat pada peringatan Iduladha 2023 dalam kondisi aman dikonsumsi. 

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) DKPP Kabupaten Purworejo, Sri Widarti, mengatakan dari pihak dinas telah menyediakan 50 petugas yang terdiri atas 8 orang dokter hewan dan 42 penyuluh pertanian lapangan (PPL). 

Baca juga: Diminta Siapkan Program Lanjutan Pengelolaan Limbah, Ini Respons Pemkot Yogyakarta

Mereka akan ditempatkan secara menyebar untuk menyisir ratusan titik tempat penyembelihan hewan kurban, baik itu masjid, mushala, pondok pesantren, hingga perumahan di masing-masing Kecamatan.

"Dalam memonitoring nanti, kami juga akan dibantu 46 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) dan 20 orang petugas Satgas PMK. Kami mungkin mulai bergerak Rabu (28/6/2023) untuk menyisir tempat-tempat yang menggelar penyembelihan kurban," ungkap Widarti kepada Tribun Jogja, Senin (26/6/2023). 

Widarti mengungkapkan, sejauh ini tempat yang sudah meminta pemeriksaan petugas kesehatan hewan dan melapor ke DKPP terkait rencana penyembelihan hewan kurban pada Rabu (28/6/2023) adalah Universitas Muhammadiyah Purworejo. Selain itu juga ada BMT yang meminta pemeriksaan antemortem pada Selasa (27/6/2023). 

Pihaknya menjelaskan, antemortem adalah pemeriksaan kesehatan hewan ketika masih hidup atau belum disembelih.

Adapun pemeriksaannya meliputi fisik dan kesehatan hewan serta tingkah lakunya. 

Di samping itu, beberapa tempat penyembelihan hewan juga terkadang meminta pemeriksaan posmortem, yakni yang dilakukan usai hewan kurban disembelih.

Hal yang diperiksa terkait kualitas daging dan penyakit yang ditunjukkan dari organ dalam hewan semisal cacing hati. 

"Nanti pas hari H biasanya ada pemeriksaan antemortem. Tim satgas inti juga bakal muter ke Masjid Agung Purworejo, Perumahan KBN, Masjid Kutoarjo, dan Rumah Pemotongan Hewan (RPH)," ucapnya. 

Jika menilik Iduladha tahun lalu, lanjutnya, masih ada hewan kurban yang terkontaminasi cacing hati meskipun tidak banyak.

Menurutnya hal itu terjadi karena rata-rata petani di Kabupaten Purworejo memelihara ternak dengan cara tradisional. Sehingga mungkin sapi tidak sengaja memakan larva cacing hati yang menempel di rumput. 

Kendati demikian, pihaknya menyebut Kabupaten Purworejo sudah mulai aman dari penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) dan Penyakit Mulut Kaki (PMK). 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved