Berita Gunungkidul Hari Ini

Ada 46 Ribu Lebih Ternak Siap Potong di Gunungkidul, Kebutuhan Hewan Kurban Dipastikan Cukup

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul mulai bersiap menyambut datangnya Idul Adha dengan tradisi kurban. Salah satunya terkait

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Alexander Ermando
Sejumlah sapi yang akan dijual di Pasar Hewan Siyono Harjo, Playen, Gunungkidul, beberapa waktu lalu. Stok hewan kurban Gunungkidul tahun ini dipastikan mencukupi. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul mulai bersiap menyambut datangnya Idul Adha dengan tradisi kurban.

Salah satunya terkait stok hewan kurban yang dimiliki.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, DPKH Gunungkidul, Retno Widyastuti mengatakan stok hewan kurban terbilang sangat cukup.

Baca juga: Pembersihan Lahan Rampung, Proyek Revitalisasi Pasar Sentul Masuk Tahap Pembangunan Juni 2023

"Kalau dilihat dari kebutuhan hewan kurban di 2022 lalu, stok tahun ini sangat mencukupi," kata Retno dihubungi pada Jumat (09/06/2023).

Menurut data, ternak siap potong di Gunungkidul tahun ini totalnya mencapai 46.875 ekor. Terdiri dari 18.345 sapi, 27.022 kambing, dan 1.508 sapi.

Kebutuhan kurban di 2022 sendiri mencapai 20.101 ekor. Retno mengatakan kambing mendominasi dengan 12.829 ekor, kemudian sapi sebanyak 5.191 ekor, dan domba sebanyak 2.081 ekor.

"Kebutuhan itu berasal dari internal Gunungkidul sendiri hingga yang dikirim ke luar," jelasnya.

Retno pun meyakini gangguan seperti Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) tak mempengaruhi stok hewan kurban. Apalagi dari kebutuhannya masih sangat mencukupi.

DPKH Gunungkidul kini semakin mengintensifkan pemantauan terhadap hewan ternak. Mulai dari kondisi hewan kurban hingga lalu lintas ternak masuk dan keluar Gunungkidul.

"Surat Edaran terkait pedoman penanganan hewan kurban saat ini juga sedang diproses," ungkap Retno.

Kepala DPKH Gunungkidul, Wibawanti Wulandari memastikan upaya melindungi populasi ternak tetap berjalan. Selain pemantauan rutin, sosialisasi juga gencar dilakukan.

Adapun penyebaran LSD dan PMK di Gunungkidul saat ini sudah melandai. Meski masih ada temuan baru, namun jumlahnya terbilang minim.

"Kami juga mengharapkan partisipasi masyarakat agar penyebaran penyakit pada hewan ternak ini bisa ditekan," kata Wibawanti. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved