Kelana Swara Ambarrukmo: Ruang Eksplorasi Suara dan Bebunyian dari Ambarrukmo

Ambarrukmo ingin membuka lebar ruang kolaborasi dan menciptakan ekosistem yang lebih luas bagi pelaku kreatif di Yogyakarta.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Taufiq Syarifudin
Managing Director Ambarrukmo, Haris Susanto (tengah) bersama Daniel Bagas selaku Creative Director (kiri) saat presentasi tiga instrumen musik di Grand Ambarrukmo, Jumat (2/6/2023). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ambarrukmo berencana untuk membangun kolaborasi dengan pelaku industri kreatif di Yogyakarta.

Langkah awal yang mereka lakukan adalah membentuk Divisi Eksplorasi Suara bernama Kelana Swara Ambarrukmo.

Ini bertujuan mengembangkan IP (Intellectual Property) di luar ranah hospitality dan property Ambarrukmo di Yogyakarta.

Dalam agenda Obah Osik di Arcadaz Speakeasy Lounge and bar Grand Ambarrukmo, Jumat (2/5/2023), mereka memperdengarkan tiga instrumen musik yang diciptakan Daniel Bagas.

Managing Director Ambarrukmo, Haris Susanto, mengungkapkan pihaknya ingin membuka lebar ruang kolaborasi dan menciptakan ekosistem yang lebih luas bagi pelaku kreatif di Yogyakarta.

"Pastinya kami ingin berkolaborasi dengan banyak pihak, semakin banyak stakeholder ikut berkolaborasi. Kami ingin Yogya jadi top of mind, dimana saat orang pertama kali mencari suara-suara yang berhubungan dengan adat Jawa, ada di sini," kata Haris Susanto.

Sejarah panjang budaya Jawa yang menjadi identitas Ambarrukmo ditransformasikan ke dalam bentuk bebunyian yang menggabungkan berbagai macam elemen sonik dengan pandangan kontemporer.

Komposisi bebunyian meditatif dan rancak ini bernama “Obah-Osik”. Obah-Osik dalam Bahasa Jawa berarti “bergerak-gerik”, tiga komposisi ini diterjemahkan ke dalam tiga track yang judulnya mengambil dasar dari filosofi tari Jawa, yaitu Wiraga (ragawi), Wirama (irama dan ritme), dan Wirasa (penghayatan).

"Obah-Osik dikomposisi dengan pendekatan menggali, merekam, dan merekayasa berbagai suara maupun bebunyian, seperti gamelan, logam, kayu, juga perkusi yang kemudian diuji, disandingkan, disejajarkan, dan coba diadaptasikan dengan bebunyian yang dihasilkan oleh instrumen digital," tandas Haris.

Proses eksperimentasi ini adalah bentuk uji coba komunikasi antar sumber dan jenis bebunyian yang hidup bersanding dari waktu ke waktu dan mempertanyakan kembali kemungkinan baru di masa depan sebagai jendela menuju memori yang lebih kompleks dari ruang dan waktu yang berbeda.

Ketiga track di dalam Obah-Osik dikomposisi oleh Daniel Bagas selaku Creative Designer dari Ambarrukmo, proses mixing dan mastering dikerjakan oleh Damar Puspito (Niskala Records), sedangkan pengerjaan animasi video klip ditangani oleh designer lintas disiplin, Ardis Adiprima.

Obah-Osik kini dapat dinikmati di kanal Youtube Ambarrukmo dan di berbagai digital streaming platforms.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved