Desa Wisata Hargotirto di Kulon Progo Masuk Nominasi 75 Terbaik ADWI 2023

Desa Wisata Hargotirto dikelola sejak 2017 bersama pokdarwis setempat, dengan mengangkat tagline "Serasa Pulang ke Rumah Simbah"

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Sri Cahyani Putri Purwaningsih
Menparekraf RI, Sandiaga Uno, saat melihat suvenir fesyen berupa Batik Sundul Langit buatan Desa Wisata Hargotirto di Pule Payung, Kabupaten Kulon Progo, Senin (29/5/2023). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Desa Wisata Hargotirto di Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo berhasil masuk nominasi 75 terbaik dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023. 

Ajang kompetisi tingkat nasional ini diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI. 

Ketua Desa Wisata Hargotirto, Ali Subhan, mengatakan Desa Wisata Hargotirto dikelola sejak 2017 bersama kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat, dengan mengangkat tagline "Serasa Pulang ke Rumah Simbah."

"Ketika pulang kesini (Desa Wisata Hargotirto), wisatawan dapat merasakan kembali suasana di rumah simbah. Wisatawan ibarat seorang cucu. Karena teringat akan petuah simbahnya, mereka akan kembali ke rumah simbah," jelasnya saat kunjungan Menparekraf di Pule Payung, Senin (29/5/2023). 

Rute untuk menuju Desa Wisata Hargotirto mudah dijangkau, hanya membutuhkan waktu tempuh 30 menit dari Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Kapanewon Temon. 

Disampaikan, meski Desa Wisata Hargotirto berada di kawasan perbukitan, namun memiliki destinasi yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Seperti Pule Payung, Waduk Sermo dan Gunung Gajah. Ke depan, Gunung Gajah yang merupakan gunung api purba akan dikembangkan untuk studi geologi bebatuan. 

Selain destinasi wisata, juga terdapat ragam kesenian di antaranya Tari Incling, macapat, ketoprak dan wayang kulit. 

Terkait homestay, sudah ada 28 homestay di Desa Segajih Live in.

Wisatawan yang menginap di Desa Segajih akan disuguhkan makanan kuliner sego tiplek atau nasi yang dibungkus daun pisang dengan lauk tempe, ingkung dan sayuran ditambah bumbu dari parutan kelapa muda.

Karena 90 persen masyarakatnya bermata-pencaharian sebagai penderes nira maka Desa Wisata Hargotirto juga dikenal dengan produksi gula semut yang bernilai ekpor.

Selain itu, juga terdapat suvenir fesyen berupa batik "Sundul Langit".

Hingga saat ini, produk batik Sundul Langit sudah terjual sebanyak 5.000 buah dengan mempekerjakan 10 pegawai.

Serta tas dari bambu yang sudah diekspor ke Amerika.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved