Sumbu Filosofi Yogyakarta
Sejarah Masjid Pathok Negoro Babadan Bantul, Pengadilan Surambi di Zaman Lampau
Nama Ad Darojat sendiri berasal dari nama kecil Sri Sultan Hamengkubuwono IX yaitu Darojatun. Lokasi ini dapat dicapai melalui perempatan Gedong
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
Lokasi ini dapat dicapai melalui perempatan Gedong Kuning ke utara.
Sampai di pertigaan jalan di sudut barat-utara Gedung JEC ambil arah lurus ke utara (jalan masuk ke arah Sorowajan).
Pada jarak sekitar 50 meter dari pertigaan akan ditemukan jalan kecil (gang) mengarah ke barat.
Gang kecil inilah yang menjadi jalan utama menuju lokasi Masjid Pathok Negoro Ad Darojat Babadan.
Di pemukiman yang padat penduduk, tepatnya di Babadan, Kalurahan Banguntapan, Kapanewon Banguntapan, berdiri masjid bersejarah Masjid Pathok Negara Ad-Darojat.
Meski Masjid Pathok Negoro Ad-Darojat Babadan dibangun ulang jauh setelah masa pembangunan masjid aslinya, namun bentuk khas sebagai masjid keraton masih tetap dipertahankan.
Bangunan masjid tetap menggunakan gaya arsitektur limasan dengan empat tiang penopang banguanan di dalamnya.
Hanya saja karena semakin banyaknya warga yang bermukim di sana, luas halaman masjid pun semakin sempit.
Sejak mulai kembali dibangun hingga saat ini, pihak masjid terus berupaya untuk memperluas lahan.
Fungsi Masjid Pathok Ad-Darojat Babadan

Setiap Masjid Pathok Negoro memang memiliki fungsi masing-masing di kala itu.
Masjid tersebut dahulu berfungsi sebagai tempat pengadilan surambi atau tempat untuk mengurus masalah yang berhubungan dengan hukum agama.
Pengadilan surambi dilaksanakan berdasarkan syari’at Islam dengan cakupan meliputi pengadilan untuk perkara hukum terkait perkawinan, talak, warisan, dan juga hukum pidana.
Selama belum ada KUA dan kantor Kementrian Agama (Kemenag) Masjid Pathok Negoro Babadan ini ternyata digunakan untuk menikahkan pasangan.
Karena itu, setiap Masjid Pathok Negara memiliki penghulu.
Itulah sejarah Masjid Pathok Negoro Babadan Bantul, Tribunners.
( Tribunjogja.com / Bunga Kartikasari )
Masjid Pathok Negoro
Masjid Pathok Negoro Babadan
Masjid Ad Darojat
Sumbu Filosofi Yogyakarta
Masjid Babadan
Sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta
Ad Darojat
Promosikan World Heritage, 73 Delegasi dari Malaysia Diajak Tour Sumbu Filosofi |
![]() |
---|
Sumbu Filosofi Jadi Warisan Dunia, Trans Jogja Belum Berencana Tambah Rute |
![]() |
---|
Sri Sultan Hamengku Buwono X Ingin Sumbu Filosofi Berdampak Positif ke Seluruh Lapisan Masyarakat |
![]() |
---|
Layani Tur Gratis di Kawasan Sumbu Filosofi, Disbud DIY Sediakan 2 Unit Bus Jogja Heritage Track |
![]() |
---|
Pemda DIY Bakal Bentuk Sekretariat Bersama untuk Kelola Kawasan Sumbu Filosofi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.