Sumbu Filosofi Yogyakarta

Pemda DIY Bakal Bentuk Sekretariat Bersama untuk Kelola Kawasan Sumbu Filosofi

Pemda DIY akan membentuk organisasi khusus dalam bentuk Sekretariat bersama untuk menangani pengelolaan kawasan sumbu filosofi yang baru saja

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Yuwantoro Winduajie
Sekda DIY Beny Suharsono 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemda DIY akan membentuk organisasi khusus dalam bentuk Sekretariat bersama untuk menangani pengelolaan kawasan sumbu filosofi yang baru saja ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.

Sekretariat tersebut akan menjadi wadah untuk memastikan agar pengelolaan warisan dunia sesuai dengan tujuh rekomendasi UNESCO.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Beny Suharsono mengatakan, struktur sistem pengelolaan dan koordinasi untuk sumbu filosofi terdiri dari perpaduan sistem tradisional Keraton Yogyakarta dan pemerintahan terkini.

Baca juga: Penuh Sesak, Sampah di Depo Lapangan Karang Kotagede Kota Yogyakarta Meluber ke Jalanan

Setidaknya ada empat struktur pengelolaan dalam management plan, yaitu Sekretariat bersama untuk level keputusan dan kebijakan, pengelola situs Kawasan sumbu filosofi untuk level operasional, kelompok kerja teknis sumbu filosofi level masyarakat, dan sistem tradisional yaitu Tata Rakiting Paprentahan dan Tata Rakiting Wewangunan oleh Kraton.

“Tujuan kita adalah mewujudkan kelestarian nilai-nilai keistimewaan dan kesejahteraan masyarakat. Nah bentuknya berupa pengelolaan kawasan terpadu berbasis pemberdayaan budaya dan ekonomi masyarakat,” jelas Beny, Rabu (11/10/2023).

Pada ruang lingkup pengelolaan, dilakukan oleh empat unsur yaitu Kraton, Pemda DIY, Pemkot Yogyakarta, dan Pemkab Bantul.

Substansi ada pada sektor perencanaan, sektor infrastruktur, sektor kebudayaan dan pariwisata, sektor ekonomi dan perdagangan, dan sektor ketentraman dan ketertiban umum.

“Legalitas pengelolaan kawasan terpadu ini akan melalui pembentukan Sekretariat Bersama, Pengelolaan Warisan Dunia Sumbu Filosofi, Peraturan Gubernur DIY tentang Pengelolaan Warisan Dunia Sumbu Filosofi, Penyusunan Memorandum Of Understanding, Penyusunan Perjanjian Kerjasama, Pembagian kewenangan dan Pendanaan,” ujar Beny.

Sekretariat ini bertugas untuk mengkomunikasikan pengelolaan Sumbu Filosofi kepada UNESCO melalui perwakilan Indonesia untuk UNESCO.

Kemudian menyusun arah kebijakan dan strategi pengelolaan warisan dunia sumbu filosofi, melaksanakan koordinasi dan integrasi perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi program atau kegiatan, pengganggaran pengelolaan warisan dunia Sumbu Filosofi sesuai dokumen rencana pengelolaan oleh semua pihak.

Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, Sumbu Filosofi dipastikan akan segera menarik kedatangan wisatawan asing ke DIY.

Hal ini tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi masyarakat. Kedatangan wisatawan bisa diartikan sebagai peningkatan kesejahteraan masyarakat, melalui geliat ekonomi.

“Selain Pemda DIY yang bekerjasama dengan kabupaten maupun kota, juga harus ada asosiasi yang diwakili dari DIY, Kota dan Bantul untuk mewadahi kepentingan publik masyarakat yang ada di wilayah yang sudah ditentukan dalam keputusan UNESCO,” ujar Sri Sultan. (tro)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved