Sumbu Filosofi Yogyakarta

Layani Tur Gratis di Kawasan Sumbu Filosofi, Disbud DIY Sediakan 2 Unit Bus Jogja Heritage Track

Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY mengoperasikan dua unit bus Jogja Heritage Track (JHT) untuk masyarakat yang ingin mengikuti tur menjelajahi

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
Dok Humas Pemda DIY
Bus Jogja Heritage beroperasi di rute kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Kebudayaan (Disbud) DIY mengoperasikan dua unit bus Jogja Heritage Track (JHT) untuk masyarakat yang ingin mengikuti tur menjelajahi kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta.

Masyarakat umum maupun wisatawan dapat mengikuti tur ini secara gratis namun harus melakukan reservasi terlebih dahulu secara daring di https://www.jogjaheritage.com mengingat kapasitas tempat duduk bus yang terbatas.

Kepala Seksi Pengembangan Warisan Budaya Benda Disbud DIY Agus Suwarto mengatakan, tur Sumbu Filosofi merupakan salah satu upaya menarik masyarakat utamanya kalangan generasi muda baik mahasiswa, pelajar, dan komunitas.

Baca juga: Kota Magelang Raih Penghargaan Kalpataru dan Inovasi Proklim Tingkat Jateng 2023

Awalnya, tur Sumbu Filosofi hanya ditujukan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), namun karena peminatnya tinggi maka dua bus JHT ini akhirnya dioperasionalkan untuk masyarakat umum.

Bus JHT melayani tiga kali perjalanan pukul 09.00, 11.00 dan 13.00 WIB setiap Senin-Kamis. Pada Jumat beroperasional pukul 08.00, 10.00 dan 14.00 WIB. 

Kemudian Sabtu hanya melayani 2 kali perjalanan pada pukul 09.00 dan 11.00 WIB. 

"Total bus JHT melayani 17 kali perjalanan selama Senin-Sabtu dengan target sebesar 1.360 track per tahun,” ujar Agus, Rabu (11/10/2023).

Saat ini terdapat dua bus unit JHT yang dioperasionalkan yaitu bus Malioboro berwarna merah dan bus Keraton berwarna kuning yang masing-masing dapat menampung 8 peserta tur Sumbu Filosofi.

Agus menjelaskan, rute yang ditempuh mulai dari Kantor Disbud DIY-Tugu Pal Putih, Museum Sonobudoyo-Panggung Krapyak-Kantor Disbud DIY.

"Tur yang memakan waktu sekitar 1,5 jam," ungkapnya.

Baca juga: Harga Komoditi Beras di Gunungkidul Masih Tinggi, Pemkab Ajukan Operasi Pasar Tahap Kedua

Total ada 4 edukator yang dibekali pengetahuan tentang Sumbu Filosofi dan penandanya termasuk pengayaan sejarah Yogyakarta supaya satu penjelasan.

Konsep tur yang dikelola Bidang Warisan Budaya Disbud DIY sejak 2022 lalu ini akan dikembangkan ke jalur atau poros lainnya seperti poros Mataram Kuno. (tro)

 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved