Berita Gunungkidul Hari Ini

Harga Komoditi Beras di Gunungkidul Masih Tinggi, Pemkab Ajukan Operasi Pasar Tahap Kedua

Harga komoditi beras di beberapa pasar di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih tinggi yakni Rp15 ribu per kilogram.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Harga komoditi beras di beberapa pasar di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih tinggi yakni Rp15 ribu per kilogram.

Sedangkan dari data Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Gunungkidul harga bahan pokok untukberas medium Rp 13 ribu per kilogram.

Sementara beras jenis premium Rp 14 ribu hingga Rp 15 ribu per kilogram.

Baca juga: INFO Live INDONESIA VS BRUNEI di Channel TV RCTI Kamis Malam

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Gunungkidul Asar Janjang Riyanti mengatakan, upaya menekan harga beras timggi di pasar belum bisa dilakukan makssimal.

Meskipun, program bantuan pangan dan operasi pasar (OP) terus digalakkan.

"Harganya belum turun, kami akan terus menyalurkan program Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Meskipun, memang upaya menjaga Pasokan Harga Pangan (SPHP) tersebut belum mampu menurunkan harga, namun program CPP terus dilakukan,"ujarnya pada Rabu (11/10/2023).

Ia menjelaskan, pihaknya akan mengajukan kembali Operasi Pasar (OP) kepada Bulog untuk ahap kedua diusulkan sebanyak 15 ton.

Rencananya beras dengan harga miring tersebut diarahkan ke lima titik.

Pada tahap pertama penyaluran beras murah menyasar wilayah Kapanewon Paliyan.

Harga beras murah dipatok Rp 10.500 per kg. Pembelian dibatasi maksimal 4 paket beras, satu paket sebanyak 5 kg.

"Masing-masing wilayah Kapanewon Purwosari, Tepus, dan Kapanewon Wonosari. Di Wonosari ada Kalurahan Piyaman, Plembutan dan Wunung," jelasnya.

Sebelumnya, pada tahap pertama bekerjasama dengan Bulog telah menyalurkan 13,5 ton beras

"Dan itu hanya dalam waktu 2 jam saja sudah habis. Makanya, kami usulkan untuk tahap kedua,"tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Bulog Gunungkidul Imam Wahyu Hidayat mengatakan, untuk persediaan stok beras masih mencukupi. Sehingga, program penyaluran bantuan beras masih berjalan.

"Dalam waktu dekat menyasar wilayah Kapanewon Saptosari dan Gedangsari,"paparnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Heri Nugroho berharap masih tingginya harga beras segera direspon pemerintah.

Jika terlambat mengambil kebijakan, dikhawatirkan dampaknya bisa merugikan masyarakat.

"Kasihan masyarakat terdampak kenaikan harga beras," tuturnya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved