Sumbu Filosofi Yogyakarta

Sejarah Masjid Pathok Negoro Babadan Bantul, Pengadilan Surambi di Zaman Lampau

Nama Ad Darojat sendiri berasal dari nama kecil Sri Sultan Hamengkubuwono IX yaitu Darojatun. Lokasi ini dapat dicapai melalui perempatan Gedong

Tribun Jogja/Hamim Thohari
Sejarah Masjid Pathok Negoro Babadan Bantul, Pengadilan Surambi di Zaman Lampau 

Masyarakat Babadan yang pindah ke Babadan Baru kemudian membangun masjid yang kemudian dinamai Masjid Sultan Agung.

Namun, masyarakat sekitar pun tidak tinggal diam, dan memindahkan bangunan masjid ke wilayah Kentungan, Kabupaten Sleman.

Seluruh konstruksi kayu dipindah ke tempat baru dan yang tersisa di Babadan hanyalah pondasinya saja.

Wilayah tersebut pun menjadi kampung mati saat itu.

Bukannya berfungsi dengan baik, pemindahan ini pun membuat Masjid Pathok Babadan tak terurus.

Kehidupan keagamaan warga di sekitar seakan mati suri, tidak seperti di tempat awal.

Baru setelah Jepang kalah dalam perang dunia ke-2, tentara Jepang pun meninggalkan kampung tersebut dan tahun 1950-an wilayah tersebut kembali didatangi warga untuk bermukim di sana.

Kendati sudah banyak warga yang berdatangan, Masjid Pathok Negara Babadan belum kembali berfungsi layaknya masjid karena belum dibangun seutuhnya.

Oleh warga, pondasi masjid digunakan untuk menjemur padi dan sempat digunakan untuk panggung ketoprak.

Sekitar tahun 1960, masjid pun dikembalikan.

Ide awal pembangunan kembali masjid ini di tempat semula dilakukan oleh salah seorang warga Babadan.

Hingga kemudian pembangunan baru dimulai saat Sri Sultan Hamengkubuwono IX bertahta.

Raja yang dicintai rakyatnya ini mempunyai andil besar dalam pembangunan kembali Masjid Pathok Negara Babadan.  

Namanya pun kini disematkan menjadi bagian dari nama masjid, Ad Darojat.

Nama Ad Darojat sendiri berasal dari nama kecil Sri Sultan Hamengkubuwono IX yaitu Darojatun.

Baca juga: Sejarah dan Arti Nama Jalan Malioboro, Destinasi Wisata Favorit Wisatawan dan Warga Jogja

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved