Berita Lengkap, Kabar Terkini, Kondisi Covid-19 Di DIY, Angka Kematian Dalam Sepekan

Setelah mengalami penurunan kasus Covid-19 di akhir April lalu, kasus aktif pada pekan pertama bulan Mei 2023 justru mengalami peningkatan.

Editor: ribut raharjo
AFP/STR
TES SWAB -Seorang warga menjalani tes swab di Xian, Provinsi Shaanxi utara , China 

"Terakhir, 2 Mei ada satu kematian. Sebenarnya, tren sebaran yang sedikit ada peningkatan ini sudah terasa sejak sebelum Lebaran kemarin, ya," jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani mengatakan, fenomena tersebut sedikit banyak disebabkan oleh munculnya sub varian Covid-19 arcturus atau XBB 1.16.

Hanya saja, dirinya menyebut, varian anyar ini cenderung lebih cepat sembuh dan tidak butuh masa isolasi panjang.

"Apalagi, kekebalan warga di Kota Yogya berdasarkan survei kemarin sudah 90 persen lebih, jadi tidak terlalu berpengaruh," ucapnya.

Selaras laporan dari beberapa rumah sakit di Kota Yogyakarta dalam kurun waktu sepekan terakhir, memang ada beberapa pasien yang masuk karena terpapar virus corona. Hanya saja, mayoritas pasien terdeteksi positif Covid-19 karena proses skrining berkaitan dengan penyakit bawaan.

"Kemarin, di Wirosaban (RSUD Kota Yogya) misalnya, sempat ada 6 pasien yang masuk. Tapi, rata-rata hanya isolasi tiga hari saja di RS," urai Emma.

"Itu pun karena sakit yang lain. Tapi, karena harus dites, baru ketahuan kalau dia positif Covid-19. Lebih banyak karena penyakit lain ketahuannya, ya, karena tidak ada gejala Covid-19," tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan antisipasi dilakukan di semua bidang. Baik dari fasilitas hingga pelayanannya. Ia memastikan seluruh tenaga penanganan tetap disiagakan, termasuk tempat tidur pasien. Mereka disiapkan di semua Puskesmas hingga rumah sakit.

Dewi menyampaikan jika per kemarin ada 97 kasus aktif Covid-19 di Gunungkidul. Ada penambahan setidaknya 10 kasus baru dalam sepekan terakhir. "Salah satunya dilaporkan hari ini (kemarin), satu konfirmasi positif dengan riwayat suspek," jelasnya.

Sebagian besar kasus aktif saat ini menjalani isolasi mandiri. Menurut Dewi, ada 9 pasien yang saat ini dirawat di 4 rumah sakit rujukan di Gunungkidul.

Ia berharap masyarakat juga ikut melakukan langkah antisipasi. Termasuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan Covid-19.

"Yang pasti protokol kesehatan (prokes) diperkuat," pintanya.

Secara kumulatif, ada 23.578 kasus konfirmasi Covid-19 di Gunungkidul, dengan 22.246 di antaranya sudah sembuh, dan 1.235 lainnya meninggal dunia.

Pekan lalu, Dinkes Gunungkidul mencatat adanya 5 kematian baru karena Covid-19. Kasus meninggal dunia ini juga diketahui memiliki penyakit bawaan.
Direktur RSUD Wonosari, dr. Heru Sulistyowati juga memastikan pihaknya tetap siaga mengantisipasi lonjakan kasus penularan.

Saat ini, ada 64 tempat tidur pasien Covid-19 yang disiapkan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved