Berita Sleman Hari Ini
Jumlah Wisatawan ke Sleman di Libur Lebaran 2023 di Bawah Target 1 Juta Kunjungan
Jumlah kunjungan wisata ke Kabupaten Sleman selama libur lebaran tahun 2023 tidak mencapai target. Pemkab Sleman sebelumnya menargetkan 1 juta kunjung
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
"Tanggal 26 April sudah turun lagi. Sehingga libur lebaran kita 15 hari itu yang efektif digunakan wisatawan untuk berwisata hanya 3 hari. Di tanggal 23 sampai 25 April. Di depan (tanggal itu) malah sangat sepi," terang dia.
Menurut Ishadi, fenomena tersebut berbeda dengan libur Nataru.
Libur akhir tahun itu hampir seluruhnya efektif untuk berwisata. Kunjungan di libur Nataru rata-rata menembus angka 30 ribu wisatawan per hari.
Tahun ini, pihaknya berani menarget tinggi dengan pertimbangan angka tahun lalu, dalam situasi pemberlakuan PPKM pandemi Covid-19 berhasil menembus angka 750 ribu kunjungan.
Karena itu, tahun ini dalam situasi pencabutan PPKM dan jumlah pemudik ke Yogyakarta yang relatif tinggi optimis mamatok target 1 juta kunjungan. Ternyata tidak tercapai.
"Apakah kemudian terkait dengan pergeseran dengan wisata di daerah sebelah, seperti Magelang maupun Solo belum kita lihat. Karena kita belum mendapatkan jumlah kunjungan ke sana," kata dia.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengamini bahwa target kunjungan wisatawan di Sleman pada tahun ini tidak sesuai harapan.
Padahal menurut dia libur lebaran pada tahun ini terbilang cukup panjang. Yaitu, di mulai sejak tanggal 15 April hingga 1 Mei. Namun, puncak liburan masyarakat hanya tiga hari ditanggal 23-25 April 2023.
"Target harapan Pemkab Sleman kemarin itu targetnya yaitu 1 juta (kunjungan) tapi tidak tercapai. (Capaian) targetnya yaitu 827.245 wisatawan. Itu kunjungan yang ada di Sleman. Baik itu wisata kuliner, maupun wisata destinasi. Yang datang di kunjungan destinasi wisata jumlahnya yaitu 302.003. Sehingga memang target ini tidak tercapai," katanya.
Dari jumlah kunjungan tersebut, menurut Kustini, penerimaan retribusi wisata yang dihasilkan Kabupaten Sleman dari tanggal 15 April - 1 Mei sebesar Rp 246,8 juta.
Sedangkan penerimaan total Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor wisata terhitung dari tanggal 1 Januari hingga 1 Mei telah mencapai Rp 104,5 miliar atau 40.41 persen dari target PAD di tahun 2023.
Kendati tidak sesuai target, kunjungan wisatawan ke kabupaten Sleman dinilai mampu mengerek sektor perekonomian.
"Perputaran uang di Sleman selama periode libur lebaran tahun ini (diperkirakan) sebesar Rp 889,4 miliar," ujar Kustini.
Rata-rata belanja wisatawan di Kabupaten Sleman digunakan untuk akomodasi 48,25 persen, kuliner 26,32 persen, belanja oleh-oleh maupun barang 21,93 persen dan destinasi wisata sebesar 3,51 persen. (rif)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/wisatawan-bermanuver-di-Kalikuning-lereng-Gunung-Merapi.jpg)