Berita Sleman Hari Ini
Jumlah Wisatawan ke Sleman di Libur Lebaran 2023 di Bawah Target 1 Juta Kunjungan
Jumlah kunjungan wisata ke Kabupaten Sleman selama libur lebaran tahun 2023 tidak mencapai target. Pemkab Sleman sebelumnya menargetkan 1 juta kunjung
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Jumlah kunjungan wisata ke Kabupaten Sleman selama libur lebaran tahun 2023 tidak mencapai target.
Pemkab Sleman sebelumnya menargetkan 1 juta kunjungan namun hingga liburan selesai hanya tercatat 827.245 kunjungan.
Jumlah tersebut merupakan kunjungan ke destinasi wisata maupun kuliner.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Ishadi Zayid mengatakan pada libur Lebaran tahun ini jumlah kunjungan wisata ke Kabupaten Sleman lebih banyak di dominasi ke tempat kuliner.
Baca juga: Terimbas Hujan Deras, Beberapa Fasilitas Umum di Malioboro Rusak
Jumlah kunjungan ke destinasi wisata hanya sekitar 302.003 orang. Sedangkan ke kuliner jumlahnya mencapai 525.242 kunjungan.
Menurut dia, banyak orang di libur lebaran tahun ini tidak mengunjungi destinasi wisata karena dipengaruhi beberapa faktor.
Satu di antaranya, liburan lebih panjang di depan sebelum hari Lebaran.
"Jadi pengaruhnya mungkin karena libur lebaran panjang di depan. Sementara panjang di depan itu, masih bulan ramadan jadi orang tidak memanfaatkan libur sebelum lebaran itu, untuk berwisata. Beda dengan (libur) Nataru," kata Ishadi, Jumat (5/5/2023).
Ia mencontohkan, libur lebaran sudah dimulai sejak tanggal 19 April sedangkan hari lebaran jatuh tanggal 21 dan 22 April di hari Jumat dan Sabtu.
Sebelum lebaran, meskipun sudah libur, masyarakat cenderung tidak pergi ke tempat - tempat wisata karena masih berpuasa Ramadan.
Efektif liburan hanya tiga hari terhitung di tanggal 23 - 25 April sedangkan di tanggal 26 April masyarakat sudah mulai bersiap-siap untuk kembali arus balik dan bekerja.
Hal itu yang menyebabkan sebelum tanggal 23 April hampir kunjungan di seluruh destinasi wisata di bawah rata-rata.
Peningkatan kunjungan wisata di Sleman hanya terjadi di tanggal 23 April tercatat 25 ribu wisatawan.
Kemudian di tanggal 24 April sebanyak 35 ribu dan puncaknya di tanggal 25 April menembus 37 ribu wisatawan.
Sehari berikutnya sudah turun kembali.
"Tanggal 26 April sudah turun lagi. Sehingga libur lebaran kita 15 hari itu yang efektif digunakan wisatawan untuk berwisata hanya 3 hari. Di tanggal 23 sampai 25 April. Di depan (tanggal itu) malah sangat sepi," terang dia.
Menurut Ishadi, fenomena tersebut berbeda dengan libur Nataru.
Libur akhir tahun itu hampir seluruhnya efektif untuk berwisata. Kunjungan di libur Nataru rata-rata menembus angka 30 ribu wisatawan per hari.
Tahun ini, pihaknya berani menarget tinggi dengan pertimbangan angka tahun lalu, dalam situasi pemberlakuan PPKM pandemi Covid-19 berhasil menembus angka 750 ribu kunjungan.
Karena itu, tahun ini dalam situasi pencabutan PPKM dan jumlah pemudik ke Yogyakarta yang relatif tinggi optimis mamatok target 1 juta kunjungan. Ternyata tidak tercapai.
"Apakah kemudian terkait dengan pergeseran dengan wisata di daerah sebelah, seperti Magelang maupun Solo belum kita lihat. Karena kita belum mendapatkan jumlah kunjungan ke sana," kata dia.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengamini bahwa target kunjungan wisatawan di Sleman pada tahun ini tidak sesuai harapan.
Padahal menurut dia libur lebaran pada tahun ini terbilang cukup panjang. Yaitu, di mulai sejak tanggal 15 April hingga 1 Mei. Namun, puncak liburan masyarakat hanya tiga hari ditanggal 23-25 April 2023.
"Target harapan Pemkab Sleman kemarin itu targetnya yaitu 1 juta (kunjungan) tapi tidak tercapai. (Capaian) targetnya yaitu 827.245 wisatawan. Itu kunjungan yang ada di Sleman. Baik itu wisata kuliner, maupun wisata destinasi. Yang datang di kunjungan destinasi wisata jumlahnya yaitu 302.003. Sehingga memang target ini tidak tercapai," katanya.
Dari jumlah kunjungan tersebut, menurut Kustini, penerimaan retribusi wisata yang dihasilkan Kabupaten Sleman dari tanggal 15 April - 1 Mei sebesar Rp 246,8 juta.
Sedangkan penerimaan total Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor wisata terhitung dari tanggal 1 Januari hingga 1 Mei telah mencapai Rp 104,5 miliar atau 40.41 persen dari target PAD di tahun 2023.
Kendati tidak sesuai target, kunjungan wisatawan ke kabupaten Sleman dinilai mampu mengerek sektor perekonomian.
"Perputaran uang di Sleman selama periode libur lebaran tahun ini (diperkirakan) sebesar Rp 889,4 miliar," ujar Kustini.
Rata-rata belanja wisatawan di Kabupaten Sleman digunakan untuk akomodasi 48,25 persen, kuliner 26,32 persen, belanja oleh-oleh maupun barang 21,93 persen dan destinasi wisata sebesar 3,51 persen. (rif)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/wisatawan-bermanuver-di-Kalikuning-lereng-Gunung-Merapi.jpg)