PPP Umumkan Ganjar Capres

Pendapat Pakar Politik UGM soal Kelanjutan KIB setelah PPP Capreskan Ganjar Pranowo

Pakar Politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr Wawan Mas’udi memberikan pendapatnya terkait KIB pascapengumuman dukungan PPP untuk Ganjar Pranowo

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Yoseph Hary W
Istimewa
Pengumuman Bakal Calon Presiden 2024 PPP 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) resmi mencalonkan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres) 2024. Lantas bagaimana dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) serta Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang menjadi bagian di dalamnya?

Pakar Politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Wawan Mas’udi pun memberikan pendapatnya terkait KIB pascapengumuman dukungan PPP untuk Ganjar Pranowo.

Plt Ketua Umum PPP, Muhammad Mardiono sebelumnya, pascadeklarasi Ganjar, juga sudah mengatakan PPP masih menjadi bagian dari KIB.

Setelah pengumuman bacapres, pihaknya akan segera berkomunikasi dengan partai yang tergabung dalam KIB, yaitu Golkar dan PAN.

Wawan Mas’udi memiliki pendapat nyaris serupa. Pakar politik UGM itu mengatakan baik Golkar dan PAN harus segera melakukan pembicaraan dengan partai-partai yang mengusung Ganjar Pranowo, Anies Baswedan atau Prabowo Subianto.

“Kalau hanya Golkar dan PAN kan tidak cukup suara untuk mencalonkan capres dan cawapres. Maka, pilihannya ya PAN dan Golkar bicarakan dengan tiga capres yang ada,” ujar Wawan kepada Tribun Jogja, Kamis (27/4/2023).

Ia menyebut, dengan konstelasi politik yang dinamis, mau tidak mau, ada capres yang harus mengurungkan niat untuk maju.

Seperti Airlangga Hartarto, Ketua Umum Golkar yang sempat dicapreskan oleh partainya.

“Cawapres mungkin bisa. Penentuan cawapres kan faktornya banyak, popularitas salah satunya. Namun, pak Airlangga sepertinya tidak bisa memaksakan diri karena kenyataannya, elektabilitas terlalu rendah,” bebernya.

Peta politik berubah

Ia menilai, adanya deklarasi Ganjar Pranowo maju sebagai capres 2024 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memang mengubah peta politik Indonesia.

Meski sebenarnya penunjukan Ganjar Pranowo sebagai capres itu bukan sesuatu yang baru, tapi upaya berkoalisi mulai terlihat dari para punggawa partai.

“Goncangan perubahan peta politik cukup besar. Apalagi, kita melihat popularitas Ganjar ini kan tidak main-main. Mau tidak mau, Gerindra, PKB dan partai lain harus memikirkan aspek hitung-hitungan,” terangnya.

Wawan menduga, PAN dan Golkar akan merapat ke Ganjar atau Prabowo, tergantung dari perkembangan popularitas dan elektabilitas ke depan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved