Erupsi Gunung Merapi

Tempat Pengungsian di Sleman Disiapkan sebagai Antisipasi Peningkatan Aktivitas Gunung Merapi 

Sejumlah tempat pengungsian di Kabupaten Sleman mulai disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya peningkatan aktivitas Gunung Merapi

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Ahmad Syarifudin
Ambar Murcahyanto sedang membersihkan Aula di gedung Disaster Oasis yang disiapkan sebagai tempat pengungsian warga di Hargobinangun Pakem Sleman, Senin (13/3/2023) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sejumlah tempat pengungsian di Kabupaten Sleman mulai disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya peningkatan aktivitas Gunung Merapi (2.968 mdpl) yang mengeluarkan rentetan Awan Panas Guguran (APG) ke arah barat daya atau kali Bebeng sejak Sabtu (11/3/2023) lalu.

Satu di antara tempat yang telah disiapkan untuk dapat menampung warga pengungsi adalah Disaster Oasis di Hargobinangun, Pakem. 

Front Office Disaster Oasis, Ambar Murcahyanto mengatakan, sejak Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran pada Sabtu lalu, dirinya mengaku sudah mulai melakukan persiapan apabila sewaktu-waktu tempat traning center Yakkum itu digunakan untuk menampung warga pengungsi.

Persiapan dilakukan dengan membersihkan tempat kemudian menyediakan karpet sehingga ketika nanti digunakan tidak perlu lagi mencari. 

Baca juga: Erupsi Gunung Merapi, Warga KRB III di Sleman Diminta Aktifkan Kembali Pos Ronda 

"Kami ada aula dan tiga barak, sudah kami bersihkan dari kemarin untuk menampung pengungsi. Semoga saja tidak ada kejadian," kata Ambar ditemui di Disaster Oasis di Hargobinangun, Senin (13/3/2023). 

Gedung Disaster Oasis memiliki sejumlah fasilitas. Di antaranya, 22 kamar mandi.

Dilengkapi juga dengan Dapur.

Jika membutuhkan fasilitas tambahan seperti alat kesehatan maka bisa dikoordinasikan dengan pihak terkait.

Disaster Oasis yang menempati lahan seluas 8.000 meter persegi ini dibuka 24 jam.

Sebelah samping gedung ini juga ga tersedia lapangan yang bisa digunakan untuk membangun tenda. 

Diketahui, warga Kalurahan Hargobinangun, Kabupaten Sleman saat ini masih beraktivitas normal seperti biasa.

Tidak terlihat adanya kepanikan meski Gunung Merapi (2.968 mdpl) di perbatasan DIY - Jateng mengeluarkan rentetan Awan Panas Guguran (APG) sejak Sabtu (11/3/2023) kemarin.

Ada lima padukuhan di Hargobinangun masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) III dengan jarak pemukiman terdekat 7 kilometer.

Lurah Hargobinangun Pakem, Amin Sarjito mengatakan, warga di KRB III saat ini diminta mengaktifkan kembali pos Ronda, terutama warga yang tinggal di seputar aliran sungai Boyong. 

"Masyarakat sudah diberi edukasi, sejak status Merapi siaga, agar mempersiapkan segala sesuatunya. Masyarakat kami imbau untuk mengaktifkan kembali pos ronda minimal di KRB III. Kemudian di Balai Kalurahan juga sudah kami standby-kan (petugas piket)," kata dia. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved