Kasus Mario Dandy

Pernyataan Tegas Ketua Umum GP Ansor soal Kasus Penganiayaan oleh Mario Dandy

Yaqut menegaskan penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy Satrio terhadap D merupakan kasus kriminal.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
ist
Mario Dandy Satriyo bersama pacarnya yang berinisial AGH. (Kolase: KOMPAS.com/DZAKY NURCAHYO dan Twitter @Trending_Issue) 

TRIBUNJOGJA.COM - Pernyataan tegas telah dikeluarkan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Yaqut Cholil Qoumas berkaitan dengan kasus hukum penganiayaan oleh Mario Dandy Satrio terhadap D. 

Yaqut menegaskan penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy Satrio terhadap D merupakan kasus kriminal.

Meski keluarga korban memaafkan perilaku Mario Dandy, menurutnya, proses hukum tepat berjalan untuk keadilan. 

Sebagaimana diketahui bahwa D merupakan putra dari salah satu petinggi di GP Ansor. 

"Kita pasti akan terus memantau kasus ini, memastikan bahwa ini ditangani dengan proses seadil-adilnya. Dan ini urusannya adalah urusan kriminal, tidak ada urusan lain di luar itu," ujar Yaqut di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (2/3/2023).

Yaqut mengatakan, GP Ansor memastikan agar proses hukum terhadap Mario berjalan seadil-adilnya, laporan kompas.com dikutip Tribun Jogja hari ini.

Keluarga D pun sudah menyerahkan kepada pengadilan.

"Ya kita akan pastikan proses hukum berjalan sebaik-baiknya, seadil-adilnya. Keluarga juga menyatakan tidak ada lagi damai, semua akan diserahkan pengadilan meskipun perilakunya dimaafkan," kata Yaqut.

Kondisi terkini D

Yaqut juga mengungkapkan, kondisi D saat ini sudah semakin membaik.

Dia meminta doa agar D lekas pulih secara tuntas.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Ade Ary Syam mengatakan, penganiayaan terhadap D ini bermula ketika pacar Mario yang berinisial A (15) mengadu soal perbuatan tidak menyenangkan yang dilakukan korban.

Mario mencoba mengonfirmasi aduan A melalui sambungan telepon.

Namun, korban tidak pernah mengindahkan telepon yang masuk.

A yang merupakan mantan pacar D kemudian berinisiatif mengajaknya bertemu untuk mengembalikan kartu pelajar.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved