Berita Bantul Hari Ini

Disnakertrans Gulirkan Program Padat Karya sebagai Upaya Atasi Kemiskinan Ekstrem di Bantul

Program Padat Karya 2023 akan serentak dimulai pada tanggal 20 Maret nanti. Melalui program ini, diharapkan dapat membantu warga masyarakat yang masuk

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/Santo Ari
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul Istirul Widilastuti bersama pengawas lapangan padat karya, saat ditemui belum lama ini. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Program Padat Karya 2023 akan serentak dimulai pada tanggal 20 Maret nanti.

Melalui program ini, diharapkan dapat membantu warga masyarakat yang masuk dalam kategori miskin terlebih miskin ekstrem.  

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul Istirul Widilastuti mengatakan tujuan dilakukan Padat Karya adalah membantu masyarakat yang masuk kriteria pengangguran, setengah panggungaran dan warga miskin untuk mendapatkan pekerjaan meskipun sementara.  

Adapun dalam proses pengerjaannya, padat karya selalu melibatkan warga sekitar sebagai pekerjanya.

Melalui program ini, ia berharap masyarakat bisa bertahan dan menggerakan ekonomi lokal di masing-masing lokasi.

“Apalagi saat ini banyak kegiatan Pemkab Bantul yang diarahkan untuk penanganan kemiskinan ekstrem, termasuk padat karya ini diarahkan ke situ,” ujarnya Jumat  (24/2/2023).

Maka dari itu, para pekerja yang diberdayakan dalam program tahunan ini pun telah dicocokan dengan data kemiskinan terbaru dari Kementerian Sosial.

Dengan demikian, diharapkan program ini dapat tepat sasaran dalam keterlibatan warganya.  

“Jadi ketua kelompok per lokasi sudah kami beri data, siapa saja warga miskin yang harus diakomodir di dalam pelaksanaan kegiatannya,” ucapnya.

Namun demikian, meskipun sudah terdata, ada juga warga yang tidak bisa mengikuti program ini. 

Menurutnya hal itu dikarenakan karena beberapa hal, misalnya warga tersebut sudah terdata tetapi sudah ada pekerjaan lain, atau yang bersangkutan merupakan lansia.  

Adapun kali ini terdapat 355 lokasi pekerjaan senilai Rp 47,2 miliar yang diharapkan mampu mengatasi pengangguran dan mengurangi angka kemiskinan di Bumi Projotamansari.

Baca juga: Pemda DIY dan ISI Surakarta Jalin Kerja Sama di Bidang Kebudayaan

Proses pengerjaan fisik padat karya ini dilaksanakan serentak pada 20 Maret di 238 lokasi. Jumlah tersebut terdiri dari 153 lokasi yang bersumber dari APBD Kabupaten Bantul dan 84 lokasi dari APBD DIY melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK). Anggaran di 238 lokasi itu senilai Rp 100 juta per lokasi.

Sedangkan padat karya dengan anggaran Rp 200 juta per lokasi yang bersumber BKK APBD DIY  dengan jumlah 117 lokasi akan digelar setelah Lebaran.

“Yang anggaran Rp 100 juta ada 26 warga yang diberdayakan di tiiap titik, dan yang Rp 200 juta ada 52 orang.  Untuk Padat Karya kali ini ada 12 ribu-an warga yang bisa diberdayakan,” katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved