Perang Rusia Vs Ukraina
Pasukan Chechnya dan Rusia Kuasai Perbukitan di Dekat Kota Seversk Lugansk
Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov mengumumkan pasukan Rusia merebut titik ketinggian di kota Seversk Lugansk yang strategis.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, GROZNY – Pasukan Rusia merebut titik ketinggian di wilayah Republik Rakyat Luganks dan mengambil kendali jalur kereta api ke Seversk.
Keberhasilan ini diumumkan pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov, di saluran Telegramnya. Pasukan khusus Akhmat dari Chechnya bahu membahu bersama pasukan Rusia.
"Pasukan khusus" Akhmat "bersama dengan batalion ke-3 korps tentara ke-2 NM LPR mengambil posisi strategis di sekitar Belogorovka," tulis Kadyrov di kanal Telegramnya, Senin (20/2/2023).
Pertempuran sengit untuk memperebutkan dataran tinggi strategis itu menurut Kadyrov, berlangsung untuk waktu yang cukup lama.
Akibatnya, sekitar lima kilometer daratan, serta akses ke rel kereta api menuju Seversk, berada di bawah kendali unit Rusia.
Baca juga: Rudal Avenger Kiriman AS ke Ukraina Sudah Tiba di Polandia
Baca juga: Rusia Peringatkan Operasi Palsu Ukraina Gunakan Zat Radioaktif
Baca juga: Belarusia Akan Terjun ke Perang Ukraina Jika Hadapi Situasi Seperti Ini
Pemimpin Republik Rakyat Donetsk, Denis Pushilin pada 7 Februari , pasukan Rusia telah mendekati Seversk.
Pembebasan kota ini secara strategis penting untuk perebutan Krasny Liman berikutnya.
Rusia melancarkan operasi militer di Ukraina pada 24 Februari 2022. Presiden Vladimir Putin menyebut tujuannya melindungi rakyat Donbass.
Warga di wilayah itu telah menjadi sasaran intimidasi dan genosida oleh rezim Kiev selama delapan tahun sejak 2014.
Untuk ini, Rusia berusaha melakukan "demiliterisasi dan denazifikasi Ukraina", untuk mengadili semua penjahat perang yang bertanggung jawab atas "kejahatan berdarah terhadap warga sipil" di Donbass.
Pengumuman Dinas Rahasia Rusia
Bersamaan kemajuan ini, Dinas Rahasia Rusia (SVR) mengumumkan detail pengiriman lebih dari 400 tank dan 1.500 kendaraan tempur infanteri dari barat ke Ukraina.
Negara-negara anggota NATO telah memberi Kiev sejumlah senjata berat sejak Desember 2021, termasuk 440 tank dan 1.510 kendaraan tempur infanteri.
Menurut para pejabat SVR, Ukraina juga telah menerima 1.170 sistem anti-udara dan 655 artileri, serta 9.800 roket untuk peluncur roket ganda bergerak.
“Sebagian besar peralatan militer yang dipasok oleh barat telah dihancurkan pasukan Rusia,” klaim SVR dalam siaran persnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pimpinan-pejuang-Chechnya-Ramzan-Kadyrov_0503.jpg)