Perang Rusia Vs Ukraina

Politisi Jerman Kecam Keras Pengiriman Tank Leopard ke Ukraina

Politisi Jerman dari sayap kiri, Sevim Dagdelen mengecam keras keputusan pemerintah Berlin mengirim tank Leopard 2 ke Ukraina.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Bundeswehr
Tank Leopard dioperasikan Angkatan Bersenjata Jerman atau Bundeswehr. Menghadapi perubahan peta politik dan konflik terkini, Jerman mereformasi militernya dari pasif menjadi lebih agresif secara anggaran maupun kemampuan persenjataannya. 

Dia mengatakan pada pertemuan UE di Praha Agustus 2022, dia bermaksud untuk memenuhi janjinya ke Ukraina tidak peduli apa yang dipikirkan pendukungnya di Jerman.

Mengutip kata-kata Baerbock pada Rabu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan barat terus mengakui mereka telah merencanakan konflik selama bertahun-tahun.

“Jika kita menambahkan ini pada pengungkapan Merkel, mereka memperkuat Ukraina dan tidak mengandalkan perjanjian Minsk,” kata Zakharova.

“Maka kita berbicara tentang perang melawan Rusia yang telah direncanakan sebelumnya. Jangan katakan nanti kami tidak memperingatkan Anda,” desak Zakharova.

Tipu-tipu Perjanjian Minsk 2014

Mantan kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan kepada media Jerman pada awal Desember 2022, gencatan senjata 2014 yang ditengahi Berlin dan Paris sebenarnya merupakan taktik belaka.

Mereka ingin memberi Ukraina waktu yang berharga untuk meningkatkan kemampuan militernya. Mantan Presiden Prancis Francois Hollande telah mengkonfirmasi fakta yang dikemukakan Merkel.

Sementara pemimpin Ukraina saat itu, Pyotr Poroshenko, juga mengakuinya secara terbuka.

“Operasi Rusia di Ukraina adalah tanggapan paksa dan upaya terakhir terhadap persiapan agresi oleh AS dan satelitnya," klaim mantan presiden Rusia Dmitry Medvedev pada Senin.

Perkembangan lain, Gedung Putih mencermati berbagai potensi bentrokan langsung antara kekuatan NATO-Rusia

Tapi sejauh ini, Washington belum melihat ada indikasi Moskow hendak menyerang blok militer pimpinan AS.

“Negara-negara NATO tidak dalam bahaya diserang Rusia,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby.

Berbicara pada jumpa pers reguler, Kirby ditanya apakah aliansi militer pimpinan AS memiliki cukup pasukan untuk menghalau kemungkinan serangan Rusia di sisi timurnya jika terjadi eskalasi besar dalam konflik Ukraina.

“Yang bisa saya katakan kepada Anda adalah kami sama sekali tidak melihat indikasi (Presiden Rusia Vladimir) Putin memiliki rencana untuk menyerang wilayah NATO,” kata Kirby.

Presiden AS Joe Biden menganggap serius komitmen Pasal 5 Pakta NATO. Dia mengacu pada prinsip serangan terhadap satu anggota adalah serangan terhadap seluruh aliansi.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved