Perang Rusia Vs Ukraina

Politisi Jerman Kecam Keras Pengiriman Tank Leopard ke Ukraina

Politisi Jerman dari sayap kiri, Sevim Dagdelen mengecam keras keputusan pemerintah Berlin mengirim tank Leopard 2 ke Ukraina.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Bundeswehr
Tank Leopard dioperasikan Angkatan Bersenjata Jerman atau Bundeswehr. Menghadapi perubahan peta politik dan konflik terkini, Jerman mereformasi militernya dari pasif menjadi lebih agresif secara anggaran maupun kemampuan persenjataannya. 

Mereka menambahkan Jerman dan sekutu dekatnya tidak tertarik dengan resolusi diplomatik krisis Ukraina dan ingin meningkatkan ketegangan.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada gilirannya mengatakan keputusan memasok Leopard 2 dan Abrams ke Kiev menunjukkan keterlibatan langsung barat dalam konflik Ukraina.

Rusia telah berulang kali memperingatkan AS dan sekutunya agar tidak mengirim bantuan militer ke Kiev, sesuatu yang menurut Moskow menambah perpanjangan konflik Ukraina.

AS sepakat untuk menjual ratusan tank Abrams serta rudal portabel Stinger dengan nilai transaksi 2,2 miliar dollar ke Taiwan.
AS sepakat untuk menjual ratusan tank Abrams serta rudal portabel Stinger dengan nilai transaksi 2,2 miliar dollar ke Taiwan. (IST)

Jerman Perang Lawan Rusia

Menteri Luar Negeri Jerman, Annalena Baerbock mengatakan Jerman dan negara-negara Eropa sesungguhnya sedang berperang melawan Rusia.

Pernyataan itu muncul saat Annalena Baerbock terlibat debat dengan rekan anggota parlemen Uni Eropa yang berpolemik terkait pengiriman tank tempur ke Kiev

Annalena Baerbock dalam posisi garis keras mendukung pengiriman tank itu, dan jadi pendukung kuat Ukraina melawan Rusia.

Pemerintah Jerman secara resmi akhirnya memutuskan akan mengirim 14 unit tank tempur utama Laopard 2 ke Ukraina. Pengiriman akan dilakukan dalam tiga bulan ke depan.

Pejabat AS dan Uni Eropa sebelumnya selalu berusaha keras mengklaim mereka bukan pihak dalam konflik di Ukraina.

“Karena itu saya sudah katakan di hari-hari terakhir – ya, kita harus berbuat lebih banyak untuk mempertahankan Ukraina. Ya, kami juga harus berbuat lebih banyak pada tank,” kata Baerbock dalam debat di Majelis Parlemen Dewan Eropa (PACE), Selasa (24/1/2023) waktu setempat.

“Tetapi bagian yang paling penting dan krusial adalah kita melakukannya bersama dan kita tidak saling menyalahkan di Eropa, karena kita berperang melawan Rusia dan bukan melawan satu sama lain,” kata Baerbock.

Sementara Kanselir Olaf Scholz bersikeras Jerman harus mendukung Ukraina tetapi menghindari konfrontasi langsung dengan Rusia, mitra koalisinya Baerbock telah mengambil posisi yang lebih keras.

Menurut media Jerman, partainya - Partai Hijau - mendukung pengiriman tank Leopard 2 ke Kiev, dan akhirnya berhasil menekan Scholz untuk menyetujuinya.

Menteri Pertahanan Christine Lambrecht yang enggan mengirim tank ke Ukraina terpaksa mundur karena tekanan dari berbagai kelompok politik.

Ini bukan pertama kalinya Baerbock membuat gelombang ketegangan dengan posisinya dalam konflik.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved