Perang Rusia Vs Ukraina

Jika Ukraina Kalah, Perang Dunia III Bisa Pecah di Eropa

Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki memperingatkan jika Ukraina kalah dari Rusia, Perang Dunia Tiga bisa pecah di Eropa.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
AP PHOTO/ROMAN KOKSAROV
Berbagai kendaraan militer dan tank milik Polandia, Italia, Kanada, dan AS bergerak dalam latihan militer NATO Namejs 2021 di tempat pelatihan di Kadaga, Latvia, pada Senin, 13 September 2021. NATO memperkuat pasukan aliansi dan melakukan latihan di wilayah anggota paling timurnya. 

Grup kontak yang dipimpin AS untuk mempersenjatai Ukraina yang terus melawan Rusia, akan bertemu pada Jumat pekan ini.

“Kami berada dalam fase perang yang krusial,” kata Stoltenberg kepada surat kabar Jerman Handelsblatt, Minggu (15/1/2023).

Stoltoenberg berbicara beberapa hari setelah Ukraina kehilangan kota Soledar yang penting secara strategis sebagai jalur pasok logistik ke garis depan.

“Kami mengalami pertempuran sengit,” lanjut Sekjen ATO seraya menegaskan penting bagi mereka melengkapi Ukraina dengan senjata yang dibutuhkan untuk dapat menang.

Beberapa minggu terakhir telah terlihat peningkatan dramatis dalam peralatan yang dijanjikan ke Ukraina oleh kekuatan terbesar NATO.

AS, Prancis, dan Jerman secara bersamaan mengumumkan pada awal bulan mereka akan menyumbangkan kendaraan tempur infanteri ke militer Ukraina.

Sementara Inggris secara resmi mengkonfirmasi pada hari Sabtu bahwa mereka akan mengirim 14 unit tank tempur utama Challenger 2.

“Janji peralatan perang berat baru-baru ini penting, dan saya berharap lebih banyak dalam waktu dekat,” kata Stoltenberg kepada Handelsblatt.

Paket senjata lebih lanjut kemungkinan akan diumumkan setelah 'Kelompok Kontak Pertahanan' yang dipimpin AS bertemu di Pangkalan Udara Ramstein di Jerman.

Panel yang terdiri dari hampir 50 negara ini telah bertemu tujuh kali sejak operasi militer Rusia di Ukraina dimulai Februari lalu.

Setiap pertemuan diikuti janji baru bantuan militer dari Amerika dan sekutunya.

Pertemuan pertama di Mei 2022 diikuti pengiriman rudal anti kapal dari Denmark, helikopter dari Republik Ceko, dan sistem artileri dari Italia, Yunani, Norwegia, dan Polandia.

Pertemuan terakhir kelompok tersebut pada bulan November terjadi ketika AS mengumumkan paket bantuan senilai $400 juta, termasuk rudal darat-ke-udara.

Meskipun Stoltenberg menegaskan dia tidak menginginkan perang besar-besaran antara NATO dan Rusia, Moskow telah berulang kali memperingatkan barat.

Pengiriman senjata yang berkelanjutan hanya akan memperpanjang konflik di Ukraina, sementara membuat kekuatan barat menjadi partisipan de-facto.

Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan konflik tersebut sebagai konflik antara Rusia dan seluruh mesin militer barat.(Tribunjogja.com/RussiaToday/AlMayadeen/xna)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved