Perang Rusia Vs Ukraina

Jika Ukraina Kalah, Perang Dunia III Bisa Pecah di Eropa

Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki memperingatkan jika Ukraina kalah dari Rusia, Perang Dunia Tiga bisa pecah di Eropa.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
AP PHOTO/ROMAN KOKSAROV
Berbagai kendaraan militer dan tank milik Polandia, Italia, Kanada, dan AS bergerak dalam latihan militer NATO Namejs 2021 di tempat pelatihan di Kadaga, Latvia, pada Senin, 13 September 2021. NATO memperkuat pasukan aliansi dan melakukan latihan di wilayah anggota paling timurnya. 

Langkah itu diatur setelah rudal Ukraina menghantam sebuah desa Polandia pada November, menewaskan dua warga sipil.

Warsawa akhirnya harus menyanggah klaim Kiev bahwa rudal itu milik Rusia.

Fregat Admiral Gorshkov bernomor lambung 454 menembakkan rudal jelajah hipersonik Tsirkon atan Zircon 1.000 km dari Laut Barents ke sasaran laut di Laut Putih.
Fregat Admiral Gorshkov bernomor lambung 454 menembakkan rudal jelajah hipersonik Tsirkon atan Zircon 1.000 km dari Laut Barents ke sasaran laut di Laut Putih. (Kementerian Pertahanan Federasi Rusia via TASS)

Peringatan Kremlin

Juru bicara Kremlin, Dmitri Peskov mengatakan, tank-tank kelas utama kiriman NATO akan dihancurkan dan terbakar begitu muncul di palagan perang Ukraina.

“Tank-tank itu akan terbakar seperti (senjata) lainnya,” kata Peskov dikutip Russia Today, Senin (16/1/2023). Ia merespon niat NATO mengirim tank tempur utama ke Kiev.

Jerman dan Polandia sudah menyiapkan tank tempur utama Leopard untuk dikirimkan ke Ukraina. Inggris berjanji memasok tank tempur utama Challenger 2.

Sementara Prancis berjanji mengirim tank ringan AMX-10, di saat AS akan menerbangkan ranpur infantri Bradley.

Sementara tank Leopard, Jerman dan Polandia akan menghibahkan kendaraan lapis baja infantri Marder. Sementara Yunani hendak memberikan ranpur personil BMP-1 eks Jerman Timur.

Menurut Peskov, elite Ukraina dan pendukung baratnya tidak mempedulikan nyawa warga Ukraina dan termotivasi keinginan mereka untuk menghancurkan Rusia.

Rusia berulang-ulang memperingatkan kekuatan barat, terus mengirim senjata ke Ukraina berarti memperpanjang konflik.

Bahkan lebih jauh, negara-negara yang memasoknya menggunakan (Ukraina) sebagai instrumen untuk mencapai tujuan anti-Rusia mereka.

Negara-negara pemasok bertemu Jumat lalu di Pangkalan Udara AS Ramstein di Jerman. Ini pertemuan ketujuh sejak Rusia mengirim pasukan ke negara tetangganya hampir sebelas bulan lalu.

Moskow mengutip perluasan NATO ke Ukraina sebagai ancaman terhadap keamanan nasionalnya dan alasan utama operasi militernya.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg seusai pertemuan di Ramstein, Jerman mengatakan Ukraina akan menerima lebih banyak peralatan perang berat dari barat dalam waktu dekat.

Inggris telah menjanjikan tank ke negara itu, dan Jerman berada di bawah tekanan untuk mengikutinya.  

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved