Perang Rusia Vs Ukraina

Jika Ukraina Kalah, Perang Dunia III Bisa Pecah di Eropa

Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki memperingatkan jika Ukraina kalah dari Rusia, Perang Dunia Tiga bisa pecah di Eropa.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
AP PHOTO/ROMAN KOKSAROV
Berbagai kendaraan militer dan tank milik Polandia, Italia, Kanada, dan AS bergerak dalam latihan militer NATO Namejs 2021 di tempat pelatihan di Kadaga, Latvia, pada Senin, 13 September 2021. NATO memperkuat pasukan aliansi dan melakukan latihan di wilayah anggota paling timurnya. 

TRIBUNJOGJA.COM, BERLIN - Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki memperingatkan, kekalahan Ukraina dapat menyebabkan Perang Dunia Ketiga.

Artinya, supaya tidak terjadi, Jerman dan negara-negara NATO lainnya harus meningkatkan dan mengirim lebih banyak senjata ke Kiev.

Berbicara di Berlin pada perayaan 50 tahun karir politisi Jerman Wolfgang Schauble, Morawiecki bersikeras Jerman harus mengizinkan pengiriman tank Leopard 2 ke Ukraina.

Polandia dan Finlandia telah menjanjikan tank-tank tersebut kepada Kiev, tetapi membutuhkan izin formal dari Jerman untuk benar-benar menyerahkannya.

“Hari ini orang Ukraina berjuang tidak hanya untuk kebebasan mereka, tetapi juga untuk mempertahankan Eropa,” desak Morawiecki.

“Saya meminta pemerintah Jerman untuk bertindak tegas dan mengirimkan semua jenis senjata ke Ukraina,” katanya.

"Kekalahan Ukraina bisa menjadi awal dari Perang Dunia III, jadi hari ini tidak ada alasan untuk memblokir dukungan untuk Kiev dan menunda masalah tanpa batas waktu," tambahnya.

Baca juga: Polandia Akhirnya Akan Kirim Tank Leopard Buatan Jerman ke Ukraina

Baca juga: Prancis Pasok Tank AMX-10, AS Akan Kirim Ranpur Bradley ke Ukraina

PM Polandia juga berbicara tentang darah Ukraina yang ditumpahkan itu untuk mencegah apa yang dia klaim sebagai serangan Rusia terhadap negara-negara UE lainnya.

Pekan lalu, Menteri Pertahanan Ukraina Aleksey Reznikov mengatakan dalam sebuah wawancara Ukraina menumpahkan darah untuk melaksanakan misi NATO.

Jerman memiliki sekitar 110 tank Leopard yang berpotensi diserahkan ke Ukraina – 88 di antaranya adalah Leopard 1 (lama).

Tapi tank tempur utama itu masih layak digunakan meski akan menelan biaya ratusan juta euro dan memakan waktu sekitar satu tahun untuk mempersiapkannya.

Hal ini dikemukakan CEO Rheinmetall, Armin Papperger. Perusahaan industry berat ini adalah produsen tank Leopard.

Moskow telah berulang kali memperingatkan barat mengirim senjata ke Kiev akan memperpanjang konflik tetapi tidak akan mengubah hasilnya.

Kunjungan Morawiecki terjadi pada hari yang sama Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht mengonfirmasi dia mengundurkan diri.

Jerman telah berjanji untuk memulai pengerahan baterai pertahanan udara Patriot yang dioperasikan Bundeswehr ke Polandia.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved