Perang Rusia Vs Ukraina
Jika Ukraina Kalah, Perang Dunia III Bisa Pecah di Eropa
Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki memperingatkan jika Ukraina kalah dari Rusia, Perang Dunia Tiga bisa pecah di Eropa.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, BERLIN - Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki memperingatkan, kekalahan Ukraina dapat menyebabkan Perang Dunia Ketiga.
Artinya, supaya tidak terjadi, Jerman dan negara-negara NATO lainnya harus meningkatkan dan mengirim lebih banyak senjata ke Kiev.
Berbicara di Berlin pada perayaan 50 tahun karir politisi Jerman Wolfgang Schauble, Morawiecki bersikeras Jerman harus mengizinkan pengiriman tank Leopard 2 ke Ukraina.
Polandia dan Finlandia telah menjanjikan tank-tank tersebut kepada Kiev, tetapi membutuhkan izin formal dari Jerman untuk benar-benar menyerahkannya.
“Hari ini orang Ukraina berjuang tidak hanya untuk kebebasan mereka, tetapi juga untuk mempertahankan Eropa,” desak Morawiecki.
“Saya meminta pemerintah Jerman untuk bertindak tegas dan mengirimkan semua jenis senjata ke Ukraina,” katanya.
"Kekalahan Ukraina bisa menjadi awal dari Perang Dunia III, jadi hari ini tidak ada alasan untuk memblokir dukungan untuk Kiev dan menunda masalah tanpa batas waktu," tambahnya.
Baca juga: Polandia Akhirnya Akan Kirim Tank Leopard Buatan Jerman ke Ukraina
Baca juga: Prancis Pasok Tank AMX-10, AS Akan Kirim Ranpur Bradley ke Ukraina
PM Polandia juga berbicara tentang darah Ukraina yang ditumpahkan itu untuk mencegah apa yang dia klaim sebagai serangan Rusia terhadap negara-negara UE lainnya.
Pekan lalu, Menteri Pertahanan Ukraina Aleksey Reznikov mengatakan dalam sebuah wawancara Ukraina menumpahkan darah untuk melaksanakan misi NATO.
Jerman memiliki sekitar 110 tank Leopard yang berpotensi diserahkan ke Ukraina – 88 di antaranya adalah Leopard 1 (lama).
Tapi tank tempur utama itu masih layak digunakan meski akan menelan biaya ratusan juta euro dan memakan waktu sekitar satu tahun untuk mempersiapkannya.
Hal ini dikemukakan CEO Rheinmetall, Armin Papperger. Perusahaan industry berat ini adalah produsen tank Leopard.
Moskow telah berulang kali memperingatkan barat mengirim senjata ke Kiev akan memperpanjang konflik tetapi tidak akan mengubah hasilnya.
Kunjungan Morawiecki terjadi pada hari yang sama Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht mengonfirmasi dia mengundurkan diri.
Jerman telah berjanji untuk memulai pengerahan baterai pertahanan udara Patriot yang dioperasikan Bundeswehr ke Polandia.
Langkah itu diatur setelah rudal Ukraina menghantam sebuah desa Polandia pada November, menewaskan dua warga sipil.
Warsawa akhirnya harus menyanggah klaim Kiev bahwa rudal itu milik Rusia.
Peringatan Kremlin
Juru bicara Kremlin, Dmitri Peskov mengatakan, tank-tank kelas utama kiriman NATO akan dihancurkan dan terbakar begitu muncul di palagan perang Ukraina.
“Tank-tank itu akan terbakar seperti (senjata) lainnya,” kata Peskov dikutip Russia Today, Senin (16/1/2023). Ia merespon niat NATO mengirim tank tempur utama ke Kiev.
Jerman dan Polandia sudah menyiapkan tank tempur utama Leopard untuk dikirimkan ke Ukraina. Inggris berjanji memasok tank tempur utama Challenger 2.
Sementara Prancis berjanji mengirim tank ringan AMX-10, di saat AS akan menerbangkan ranpur infantri Bradley.
Sementara tank Leopard, Jerman dan Polandia akan menghibahkan kendaraan lapis baja infantri Marder. Sementara Yunani hendak memberikan ranpur personil BMP-1 eks Jerman Timur.
Menurut Peskov, elite Ukraina dan pendukung baratnya tidak mempedulikan nyawa warga Ukraina dan termotivasi keinginan mereka untuk menghancurkan Rusia.
Rusia berulang-ulang memperingatkan kekuatan barat, terus mengirim senjata ke Ukraina berarti memperpanjang konflik.
Bahkan lebih jauh, negara-negara yang memasoknya menggunakan (Ukraina) sebagai instrumen untuk mencapai tujuan anti-Rusia mereka.
Negara-negara pemasok bertemu Jumat lalu di Pangkalan Udara AS Ramstein di Jerman. Ini pertemuan ketujuh sejak Rusia mengirim pasukan ke negara tetangganya hampir sebelas bulan lalu.
Moskow mengutip perluasan NATO ke Ukraina sebagai ancaman terhadap keamanan nasionalnya dan alasan utama operasi militernya.
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg seusai pertemuan di Ramstein, Jerman mengatakan Ukraina akan menerima lebih banyak peralatan perang berat dari barat dalam waktu dekat.
Inggris telah menjanjikan tank ke negara itu, dan Jerman berada di bawah tekanan untuk mengikutinya.
Grup kontak yang dipimpin AS untuk mempersenjatai Ukraina yang terus melawan Rusia, akan bertemu pada Jumat pekan ini.
“Kami berada dalam fase perang yang krusial,” kata Stoltenberg kepada surat kabar Jerman Handelsblatt, Minggu (15/1/2023).
Stoltoenberg berbicara beberapa hari setelah Ukraina kehilangan kota Soledar yang penting secara strategis sebagai jalur pasok logistik ke garis depan.
“Kami mengalami pertempuran sengit,” lanjut Sekjen ATO seraya menegaskan penting bagi mereka melengkapi Ukraina dengan senjata yang dibutuhkan untuk dapat menang.
Beberapa minggu terakhir telah terlihat peningkatan dramatis dalam peralatan yang dijanjikan ke Ukraina oleh kekuatan terbesar NATO.
AS, Prancis, dan Jerman secara bersamaan mengumumkan pada awal bulan mereka akan menyumbangkan kendaraan tempur infanteri ke militer Ukraina.
Sementara Inggris secara resmi mengkonfirmasi pada hari Sabtu bahwa mereka akan mengirim 14 unit tank tempur utama Challenger 2.
“Janji peralatan perang berat baru-baru ini penting, dan saya berharap lebih banyak dalam waktu dekat,” kata Stoltenberg kepada Handelsblatt.
Paket senjata lebih lanjut kemungkinan akan diumumkan setelah 'Kelompok Kontak Pertahanan' yang dipimpin AS bertemu di Pangkalan Udara Ramstein di Jerman.
Panel yang terdiri dari hampir 50 negara ini telah bertemu tujuh kali sejak operasi militer Rusia di Ukraina dimulai Februari lalu.
Setiap pertemuan diikuti janji baru bantuan militer dari Amerika dan sekutunya.
Pertemuan pertama di Mei 2022 diikuti pengiriman rudal anti kapal dari Denmark, helikopter dari Republik Ceko, dan sistem artileri dari Italia, Yunani, Norwegia, dan Polandia.
Pertemuan terakhir kelompok tersebut pada bulan November terjadi ketika AS mengumumkan paket bantuan senilai $400 juta, termasuk rudal darat-ke-udara.
Meskipun Stoltenberg menegaskan dia tidak menginginkan perang besar-besaran antara NATO dan Rusia, Moskow telah berulang kali memperingatkan barat.
Pengiriman senjata yang berkelanjutan hanya akan memperpanjang konflik di Ukraina, sementara membuat kekuatan barat menjadi partisipan de-facto.
Presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan konflik tersebut sebagai konflik antara Rusia dan seluruh mesin militer barat.(Tribunjogja.com/RussiaToday/AlMayadeen/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Respon-Inggris-Soal-Ketegangan-Ukraina-dan-Rusia-Siap-Kerahkan-Pasukan-NATO-ke-Perbatasan-Eropa.jpg)