Jogja: Disrupsi Pariwisata Dan ATF 2023

Pengembangan sektor pariwisata dengan baik akan mampu menarik wisatawan baik domestik maupun manca negara.

Editor: ribut raharjo
TRIBUNJOGJA.COM/ Santo Ari
Peselancar taklukkan ombak Pantai Parangtritis 

Kemenparekraf membuat kampanye aktivasi yang mengajak wisatawan domestik untuk berwisata di dalam negeri. Promosi pariwisata juga diutamakan menyasar ke wisatawan domestik agar mengadakan perjalan wisata di dalam negeri.

Untuk daya tarik, perlu diberikan insentif-insentif seperti diskon bermalam di hotel, MICE atau kuliner.

Untuk saat ini targetnya pasar domestik dulu. Orang lokal menginap di hotel, orang lokal wisata di wilayah sekitar. Ini untuk pemulihan pasar.

Kontribusi sektor pariwisata dan pendidikan terhadap perekonomian DIY adalah yang paling besar. Sehingga saat pariwisata DIY terdampak pandemi, efeknya sangat terasa dan dirasakan banyak sektor.

Adapaun strategi pengembangan pariwisata DIY yang telah disusun adalah pariwisata berbasis budaya dengan mengedepankan ‘Quality Tourism’, yakni sesuai protokol CHSE atau Cleanliness, Health, Safety, & Environment. DI Yogyakarta memiliki keunggulan budaya (culture) dan alam (nature).

Ada beberapa langkah-langkah yang telah diambil dalam membuka kembali kegiatan pariwisata yang aman dan mudah pasca pendemi.

Antara lain telah disediakan informasi persyaratan dan prosedur kesehatan di kota/negara tujuan, perlu ada informasi tentang pembatalan dan kebijakan jika sakit saat bepergian atau di tempat tujuan.

Saat perjalanan lakukan check-in online dan cetak boardingpass secara mandiri dan batasi barang bawaan. Saat di destinasi, unduh aplikasi pelacak jika tersedia. Selamat berwisata di Yogyakarta dengan aman, sehat, dan gembira. (*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved