Kisah Inspiratif
Warga di Nganggring Sleman Olah Susu Kambing Jadi Sabun
Metode pemasaran sabun mandi susu kambing ini melalui online, maupun melalui wisatawan yang berkunjung ke desa wisata Nganggring.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Antara lain, dapat melembabkan sekaligus mencerahkan kulit secara alami.
"Keunggulan (sabun susu kambing) melembabkan dan mencerahkan. Membuat kulit putih alami dari susunya itu. Manfaat susu kambing juga banyak untuk kecantikan kulit," terang dia.
Susu kambing identik dengan baunya yang khas yaitu bau prengus.
Menghilangkan bau tersebut, untuk diolah menjadi sabun mandi, Marmasari mengaku menggunakan parfum.
Parfum yang digunakan sesuai keinginan, bisa Melati maupun Green tea.
Metode pemasaran sabun mandi susu kambing ini melalui online, maupun melalui wisatawan yang berkunjung ke desa wisata Nganggring.
Tiap minggunya, Marmasari dibantu 4 orang sanggup memproduksi 200 pcs sabun.
Baca juga: Tim KPKC Beri Pelatihan Pembuatan Sabun Berbahan Dasar Eco Enzym
Sabun tersebut kemudian dipasarkan online.
Pangsa pasarnya saat ini sudah cukup luas, hampir seluruh wilayah Indonesia.
"Pemasaran sudah sampai Papua, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, Jakarta, Bogor dan Surabaya. Sebenarnya lewat online. Berawal dari ada wisatawan datang (ke desa wisata Nganggring). Kemudian mengikuti edukasi pengolahan sabun dan kami memberikan kartu nama. Setelah itu berkelanjutan, dia menjadi reseller," katanya.
Harga sabun susu kambing ini bervariasi, tergantung dari komposisi pembuatan maupun besar-kecilnya ukuran sabun.
Namun rata-rata dijual dikisaran harga Rp 5 ribu hingga Rp 20 ribu per batang.
Dari penjualan sabun, Marmasari mendapatkan omset satu juta lebih tiap bulan.
Ia juga memproduksi body lotion, body scrub dan sabun mijel yang terbuat dari minyak jelantah.( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Warga-di-Nganggring-Sleman-Olah-Susu-Kambing-Jadi-Sabun.jpg)