Kisah Inspiratif

Warga di Nganggring Sleman Olah Susu Kambing Jadi Sabun 

Metode pemasaran sabun mandi susu kambing ini melalui online, maupun melalui wisatawan yang berkunjung ke desa wisata Nganggring.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Marmasari menunjukkan sabun mandi batang berbahan susu kambing di desa wisata Nganggring, Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Susu kambing etawa biasanya diminum hangat, ataupun diolah menjadi yogurt maupun keju.

Namun di Desa Wisata Nganggring, Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman memiliki inovasi lain.

Susu kambing ternyata juga bisa diolah menjadi sabun mandi. 

Pembuat sabun susu kambing di desa wisata Nganggring, Marmasari menceritakan, proses pembuatan susu kambing menjadi sabun mandi cukup sederhana.

Namun membutuhkan durasi waktu cukup lama untuk siap digunakan atau hingga siap dipasarkan.

Baca juga: Resep Minuman Sehat dan Enak dari Susu Kambing, Madu dan Kopi Ala Zaidul Akbar

Tahap pertama susu kambing dibekukan.

Selanjutnya, setelah susu beku, diolah dengan campuran serbuk soda api dan diberi penangas dingin.

Diberi juga campuran minyak kelapa dan minyak zaitun. 

"Setelah itu dicetak ke dalam cetakan. Kemudian, di karantina selama 3 sampai 4 minggu. Setelah itu, baru bisa dijual," kata dia, Selasa (27/12/2022). 

Diceritakan, ide awal pembuatan susu kambing menjadi sabun mandi bermula ketika dirinya sebagai Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Wisata Nganggring mendapat pelatihan dari Bank Indonesia (BI) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk mengembangkan produk dari susu kambing.

Desa wisata Nganggring merupakan kawasan agrowisata berbasis kampung peternakan kambing, yang dikembangkan melalui integrated farming system dengan perkembangan salak dengan konsep zero waste. 

Mayoritas mata pencaharian warga Nganggring adalah beternak kambing etawa dan perkebunan salak.

Karena itu, wilayah ini menjadi sentra penghasil susu kambing di Kabupaten Sleman .

Pada tahun 2019, setelah mendapat pelatihan, Marmasari mulai mencoba memproduksi sabun mandi dari olahan susu kambing

Produk tersebut ternyata diminati masyarakat karena disebut mengandung banyak khasiat.

Antara lain, dapat melembabkan sekaligus mencerahkan kulit secara alami. 

"Keunggulan (sabun susu kambing) melembabkan dan mencerahkan. Membuat kulit putih alami dari susunya itu. Manfaat susu kambing juga banyak untuk kecantikan kulit," terang dia. 

Susu kambing identik dengan baunya yang khas yaitu bau prengus.

Menghilangkan bau tersebut, untuk diolah menjadi sabun mandi, Marmasari mengaku menggunakan parfum.

Parfum yang digunakan sesuai keinginan, bisa Melati maupun Green tea. 

Metode pemasaran sabun mandi susu kambing ini melalui online, maupun melalui wisatawan yang berkunjung ke desa wisata Nganggring.

Tiap minggunya, Marmasari dibantu 4 orang sanggup memproduksi 200 pcs sabun.

Baca juga: Tim KPKC Beri Pelatihan Pembuatan Sabun Berbahan Dasar Eco Enzym

Sabun tersebut kemudian dipasarkan online.

Pangsa pasarnya saat ini sudah cukup luas, hampir seluruh wilayah Indonesia. 

"Pemasaran sudah sampai Papua, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, Jakarta, Bogor dan Surabaya. Sebenarnya lewat online. Berawal dari ada wisatawan datang (ke desa wisata Nganggring). Kemudian mengikuti edukasi pengolahan sabun dan kami memberikan kartu nama. Setelah itu berkelanjutan, dia menjadi reseller," katanya. 

Harga sabun susu kambing ini bervariasi, tergantung dari komposisi pembuatan maupun besar-kecilnya ukuran sabun.

Namun rata-rata dijual dikisaran harga Rp 5 ribu hingga Rp 20 ribu per batang.

Dari penjualan sabun, Marmasari mendapatkan omset satu juta lebih tiap bulan.

Ia juga memproduksi body lotion, body scrub dan sabun mijel yang terbuat dari minyak jelantah.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved