Konflik Serbia Vs Kosovo

Serbia Dirikan Pusat Krisis Hadapi Potensi Perang di Kosovo

Serbia mendirikan pusat krisis guna menginformasikan apa yang terjadi di Kosovo utara terkait eskalasi konflik Kosovo-Serbia.

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Wikipedia Common/Sgt Craig J Shell, US Marine Corps
FILE - Rekaman suasana saat perang melanda wilayah Serbia dan Kosovo beberapa tahun lalu. Sersan William Post (tengah) berbaris bersama anak-anak lokal di jalan utama Zegra, Kosovo, pada 28 Juni 1999. Post belajar dari anak-anak bagaimana mengucapkan kiri dan kanan dalam bahasa Albania dan kemudian mengajari mereka cara berbaris. Elemen Unit Ekspedisi Marinir ke-26 dikerahkan dari kapal-kapal USS Kearsarge Amphibious Ready Group sebagai kekuatan pendukung KFOR. 

TRIBUNJOGJA.COM, BEOGRAD – Para tokoh Serbia Kosovo mendirikan pusat krisis guna menghadapi eskalasi konflik di Kosovo yang mengarah ke peperangan di utara wilayah itu.

Hal ini diutarakan Goran Rakic, tokoh Serbia Kosovo merespon tindakan Pristina yang mengirimkan polisi khusus ke berbagai titik di utara Kosovo.

Pusat krisis itu akan memberikan informasi yang sebenar-benarnya terkait kondisi di perbatasan Serbia-Kosovo.

Presiden Serbia Aleksandar Vucic sebelumnya mengadakan pertemuan Dewan Keamanan Nasional di Beograd, Minggu (11/12/2022).

Pertemuan merespon ancaman pemerintah Pristina yang akan secara paksa menghapus barikade yang didirikan oleh warga Serbia di utara Kosovo.

"Kami akan membentuk markas krisis yang akan menginformasikan warga dan media tentang situasi di lapangan. Saya mengimbau warga, mengingat tingginya ketegangan akibat ancaman dari Pristina, untuk tetap damai dan terkendali, tetapi juga waspada," kata Rakic di TV Pink Minggu malam waktu setempat.

Pemimpin de facto Kosovo, Albin Kurti, mendesak Pasukan Kosovo (KFOR) yang dipimpin NATO untuk membongkar barikade jalan yang didirikan warga Serbia Kosovo.

Jika KFOR menolak turun tangan, menurut Kurti, pasukan keamanan Kosovo akan siap melakukan operasi ini sendiri.

Baca juga: Uni Eropa Peringatkan Bahaya Pecahnya Kekerasan Serbia-Kosovo

Baca juga: Presiden Aleksandar Vucic : Serbia Sedang Dalam Situasi Sulit  

Baca juga: Sejarah Singkat Konflik Politik dan Peperangan Kosovo-Serbia

Sekolah dasar dan menengah Serbia di utara Kosovo, yaitu Mitrovica dan di Metohija, menangguhkan kegiatan belajar mulai Senin ini karena meningkatnya ketegangan.

Orang-orang Serbia di bagian utara Kosovo mulai membuat barikade pada Sabtu sebagai protes terhadap penangkapan Dejan Pantic.

Dejan Panatic ini mantan polisi yang berhenti dari jabatannya pada pertengahan November dan ditangkap oleh otoritas Kosovo di perbatasan Jarinje karena dicurigai terlibat aksi terorisme.

Pada Sabtu malam, Vucic dalam pidato nasionalnya menegaska  Beograd akan mengirimkan permintaan resmi kepada komando misi KFOR untuk izin mengerahkan militer dan polisi Serbia di Kosovo.

Dia juga menunjukkan foto-foto tentara Kosovo dengan alat berat dan senjata otomatis di wilayah utara dekat perbatasan dengan Serbia.

Vucic mengingatkan, menurut kesepakatan sebelumnya, pasukan polisi khusus hanya dapat dikerahkan ke kota-kota mayoritas Serbia dengan izin dari kepala daerah setempat.

Aleksandar Vucic memperingatkan, Serbia saat ini ada dalam situasi sulit, dan akan menggunakan segala cara untuk menghadapi masalah di Kosovo.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved