Konflik Serbia Vs Kosovo

Serbia Dirikan Pusat Krisis Hadapi Potensi Perang di Kosovo

Serbia mendirikan pusat krisis guna menginformasikan apa yang terjadi di Kosovo utara terkait eskalasi konflik Kosovo-Serbia.

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Wikipedia Common/Sgt Craig J Shell, US Marine Corps
FILE - Rekaman suasana saat perang melanda wilayah Serbia dan Kosovo beberapa tahun lalu. Sersan William Post (tengah) berbaris bersama anak-anak lokal di jalan utama Zegra, Kosovo, pada 28 Juni 1999. Post belajar dari anak-anak bagaimana mengucapkan kiri dan kanan dalam bahasa Albania dan kemudian mengajari mereka cara berbaris. Elemen Unit Ekspedisi Marinir ke-26 dikerahkan dari kapal-kapal USS Kearsarge Amphibious Ready Group sebagai kekuatan pendukung KFOR. 

Pada saat yang sama, Vucic menuduh AS berpihak pada Kosovo melawan Serbia karena tidak menghormati kesepakatan yang dicapai dengan Beograd.

Menurut Vucic, Washington mengasuh Kosovo seperti anak selama sekitar 20 tahun, dan mempertahankan posisi AS yang sekarang melindunginya.

“Saya punya pertanyaan untuk mitra Amerika kami: perjanjian mana yang dihormati Pristina dan mana yang dihormati orang Amerika?” tanya Vucic.

Kebuntuan di Kosovo utara yang didominasi Serbia dipicu penangkapan seorang mantan polisi yang dituduh menyerang patroli penegak hukum Kosovo.

Ketegangan sudah memuncak setelah Pristina mengumumkan pemilihan cepat di daerah itu, yang diperkirakan akan diboikot oleh semua partai Serbia.

Pada Sabtu, Presiden Kosovo Vjosa Osmani menunda pemungutan suara hingga April.

 

Perdana Menteri Serbia Ana Brnabic turut memperingatkan, Uni Eropa akan kehilangan semua otoritas dan kredibilitasnya jika terus mendesak Serbia Kosovo menghapus barikade.

Diplomat tertinggi Uni Eropa, Josep Borrell, telah menuntut blockade disingkirkan, dan Uni Eropa takkan mentolerir apa yang disebutnya tindakan kriminal yang kejam di utara Kosovo.

Brnabic menuduh UE mengabaikan kebutuhan orang Serbia Kosovo. Mendirikan mereka bukan hanya demonstrasi ketidakpuasan dan keputusasaan tetapi seruan perdamaian.

“Orang-orang di barikade itu dengan jelas menyuarakan protes mereka, dan mereka melakukannya dengan damai. Sayangnya, satu-satunya cara bagi mereka untuk didengar adalah melalui barikade," tambahnya.

Ratusan orang Serbia mendirikan barikade memblokir jalan dan menghambat lalu lintas di dua penyeberangan perbatasan utama di utara Kosovo pada Sabtu.

Ketegangan di wilayah itu kembali dipicu oleh keputusan Pristina untuk menjadwalkan pemilihan cepat di empat komune yang didominasi Serbia pada 18 Desember.

Partai politik besar Serbia kemudian mengumumkan mereka akan memboikot setiap pemungutan suara.

Saat barikade didirikan, Presiden Kosovo Vjosa Osmani mengumumkan penundaan pemungutan suara hingga April.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved