Konflik Serbia Vs Kosovo
Serbia Dirikan Pusat Krisis Hadapi Potensi Perang di Kosovo
Serbia mendirikan pusat krisis guna menginformasikan apa yang terjadi di Kosovo utara terkait eskalasi konflik Kosovo-Serbia.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Vucic menuduh Pristina dan Washington kurang menghormati kesepakatan apa pun di antara pihak-pihak yang terlibat masalah di Kosovo.
“Serbia berada dalam situasi yang sangat sulit,” kata Vucic setelah pertemuan Dewan Keamanan Nasional Serbia, Minggu (11/12/2022).
Kata-kata Vucic muncul ketika ketegangan meningkat antara Beograd dan pihak berwenang Kosovo di bagian utara wilayah yang memisahkan diri itu.
Kosovo yang didominasi etnis Albania memerdekakan diri dari Serbia, yang ditolak Beograd dan tetap menganggap Kosovo bagian dari provinsi mereka.
Separatisme Kosovo ini efek dari konflik berkepanjangan sesudah terjadi debalkanisasi wilayah di bagian benua Eropa ini.
Yugoslavia terpecah-pecah menjadi negara kecil-kecil, dan konflik dipicu masalah etnis dan religi terus membayangi kawasan Balkan ini.
Para pengunjuk rasa warga Serbia mendirikan barikade selama akhir pekan. Sementara Kosovo membanjiri kota Mitrovica dengan polisi khusus bersenjata lengkap.
Vucic menyalahkan Pristina atas ketegangan tersebut dan menuduh bagian yang baik dari komunitas internasional berpartisipasi dalam skema otoritas Kosovo.
“Di tingkat internasional, informasi tentang situasi di Kosovo penuh dengan pemalsuan langsung, kebohongan telanjang," kata Vucic.
Ia menambahkan di lapangan, mereka menghadapi perjuangan yang sulit dari rakyat untuk bertahan hidup.
Ancaman Elite Uni Eropa
Vucic, yang mengklaim sedang menghadapi hari-hari tersulit sebagai presiden, mendesak warga Serbia di Kosovo utara untuk tenang dan damai dan tidak terpancing provokasi.
Secara khusus, presiden meminta mereka untuk menahan diri dari setiap tindakan agresif terhadap EULEX dan KFOR, masing-masing misi yang dipimpin oleh UE dan NATO, yang ditempatkan di Kosovo.
Dia juga mengatakan Beograd telah menerima jaminan dari KFOR mereka tidak akan melakukan tindakan kekerasan terhadap para demonstran.
“Kami akan melakukan segalanya untuk menjaga perdamaian dan stabilitas,” tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Marinir-AS-di-Kosovo.jpg)