Konflik Serbia Kosovo

Uni Eropa Peringatkan Bahaya Pecahnya Kekerasan Serbia-Kosovo

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Joseph Borrel memperingatkan potensi kekerasan antara Serbia-Kosovo terkait pengaturan pelat nomer mobil.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
www.prezydent.pl/WikipediaCommon
UNI EROPA - Suasana sidang Komisi Uni Eropa di Lisabon, Portugal. Negara-negara Uni Eropa sepakat mengurangi dan akan menghentikan impor gas dari Rusia menyusul konflik Ukraina. 

TRIBUNJOGJA.COM, BRUSSEL - Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Joseph Borrel, memperingatkan potensi kekerasan antara Serbia-Kosovo menyusul kegagalan negosiasi damai di Brussel.

Perdana Menteri Kosovo Albin Kurti Kosovo dan Presiden Serbia Aleksandar Vucic gagal menyelesaikan perselisihan terkait pelat nomor mobil yang digunakan etnis minoritas Serbia di Kosovo.

"Kedua pihak tidak menyetujui solusi hari ini," kata Borrell dalam sebuah pernyataan kepada media setelah delapan jam diskusi tanpa hasil, seperti dikutip Aljazeera, Selasa (22/11/2022).

“Saya pikir ada tanggung jawab penting di pihak kedua pemimpin atas kegagalan pembicaraan hari ini dan untuk setiap eskalasi dan kekerasan yang mungkin terjadi di lapangan pada hari-hari berikutnya,” katanya memperingatkan.

Baca juga: Sejarah Singkat Konflik Politik dan Peperangan Kosovo-Serbia

Baca juga: Perundingan Damai Serbia-Kosovo Gagal, Potensi Perang Terbuka Lagi

Baca juga: Presiden Serbia Peringatkan Perang Bisa Pecah Sewaktu-waktu di Kosovo

Kosovo telah berusaha tahun ini untuk meminta minoritas Serbia untuk mengganti pelat mobil lama mereka sebelum 1999. Ketika itu Kosovo masih menjadi bagian Serbia, sesuai larangan Serbia sebelumnya pada pelat nomor Kosovo.

Orang-orang Serbia di bagian utara negara itu telah melawan, kadang-kadang dengan kekerasan, tetapi Kosovo mengatakan akan mulai mengeluarkan denda mulai Selasa.

Borrell mengatakan proposal UE dapat menghindari peningkatan ketegangan, tetapi sementara Vucic menerima proposal tersebut, Kurti tidak.

Dia menambahkan akan memberi tahu negara-negara anggota UE tentang kurangnya rasa hormat terhadap kewajiban hukum internasional mereka.

Borrel memperingatkan, mengingat komitmen mereka untuk bergabung dengan blok itu, mereka harus bertindak sesuai kewajiban hukumnya.

“Saya sekarang mengharapkan Kosovo untuk segera menangguhkan tahapan lebih lanjut terkait pendaftaran ulang kendaraan di Kosovo utara,” kata Borrell.

Dia juga meminta Serbia untuk menangguhkan penerbitan pelat nomor baru dengan akronim kota Kosovo.

Kurti, sementara itu, menyalahkan Borrell karena hanya berfokus pada pelat nomor daripada normalisasi penuh hubungan antara Beograd dan Pristina.

Kosovo Kirim Polisi Khusus

Pihak berwenang Kosovo di Pristina telah mengirim pasukan khusus polisi ke wilayah utaranya setelah negosiasi gagal dengan Beograd di Brussel, Senin (21/11/2022).

Perundingan yang dimediasi Uni Eropa ini bertujuan mendiskusikan kebijakan kontroversial Pristina tentang pelat mobil yang ditentang Serbia.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved