Konflik Serbia Kosovo

Sejarah Singkat Konflik Politik dan Peperangan Kosovo-Serbia

Konflik Serbia-Kosovo memiliki riwayat sangat panjang. Kosovo ingin merdeka dan berdaulat sebagai negara sendiri, sementara Serbia menolaknya.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Wikipedia Common/Sgt Craig J Shell, US Marine Corps
Sersan William Post (tengah) berbaris bersama anak-anak lokal di jalan utama Zegra, Kosovo, pada 28 Juni 1999. Post belajar dari anak-anak bagaimana mengucapkan kiri dan kanan dalam bahasa Albania dan kemudian mengajari mereka cara berbaris. Elemen Unit Ekspedisi Marinir ke-26 dikerahkan dari kapal-kapal USS Kearsarge Amphibious Ready Group sebagai kekuatan pendukung KFOR. 

TRIBUNJOGJA.COM, LONDON – Krisis antara Serbia dan Kosovo kini dikhawatirkan akan memicu kembali peperangan yang berlangsung 20 tahun lalu.

Ketegangan baru yang diwarnai aksi blokir dan tembakan senjata Minggu (31/7/2022) dipicu keputusan Perdana Menteri Kosovo Albin Kurti.

Kurti mengeluarkan keputusan melarang semua kendaraan bernopol Serbia memasuki wilayahnya per 1 Agustus 2022.

Warga Serbia merespon keputusan itu lewat aksi blokade jalan di perbatasan wiayah Serbia-Kosovo yang dianggap bagian provinsi Serbia.

Baca juga: Kerusuhan Pecah di Pristina, Serbia dan Kosovo di Ambang Perang

Baca juga: Redakan Ketegangan, Kosovo Tunda Blokir Kendaraan Nopol Serbia

Bagaimana riwayat dan sejarah konflik Serbia-Kosovo ini? Bagaimana status politik wilayah Kosovo dalam konteks kenegaraan?

Sejarah Panjang Kosovo

Perang Kosovo adalah konflik bersenjata di Kosovo yang dimulai 28 Februari 1998, dan berlangsung hingga 11 Juni 1999.

Pertempuran terjadi antara pasukan Republik Federal Yugoslavia (yaitu Serbia dan Montenegro), yang menguasai Kosovo sebelum perang.

Lawannya kelompok bersenjata Albania Kosovo yang dikenal sebagai Tentara Pembebasan Kosovo (KLA).

Konflik berakhir ketika Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) melakukan intervensi dengan memulai serangan udara pada Maret 1999.

Pasukan Yugoslavia (Serbia-Montenegro) sejak itu mundur dari Kosovo.

KLA dibentuk pada awal 1990-an untuk melawan persekusi Serbia terhadap Kosovo Albania. KLA memulai kampanye pertamanya pada 1995 ketika meluncurkan serangan terhadap penegak hukum Serbia di Kosovo.

Pada Juni 1996, kelompok tersebut mengaku bertanggung jawab atas tindakan sabotase yang menargetkan kantor polisi Kosovo, selama Pemberontakan Kosovo.

Pada 1997, kelompok itu memperoleh sejumlah besar senjata melalui penyelundupan senjata dari Albania, menyusul pemberontakan di mana senjata dijarah dari pos polisi dan tentara negara itu.

Pada awal 1998, serangan KLA yang menargetkan otoritas Yugoslavia di Kosovo menghasilkan peningkatan kehadiran paramiliter Serbia dan pasukan regular.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved