Konflik Serbia Kosovo

Kerusuhan Pecah di Pristina, Serbia dan Kosovo di Ambang Perang

Serbia dan Kosovo di ambang perang setelah konflik membeku selama 20 tahun dipicu blokade di perbatasan Pristina. Kerusuhan pecah, Minggu (1/8/2022).

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Daily Sabah
Rakyat Kosovo menggelar unjukrasa membawa bendera bernuansa Uni Eropa dan Republik Kosovo yang memerdekakan diri dari Serbia. Kedua wilayah Balkan itu kini di ambang peperangan baru. 

TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW – Dua wilayah di kawasan Balkan, Serbia dan Kosovo di ambang peperangan baru.

Konflik yang membeku selama dua dekade dapat meletus lagi sebagai konsekuensi dari situasi perang dingin sistemik baru di Eropa.

Hal ini dijelaskan  Fyodor Lukyanov, Ketua Presidium Dewan Kebijakan Luar Negeri dan Pertahanan di Moskow, Senin (1/8/2022).

Kerusuhan pecah Minggu (31/7/2022) di Pristina. Pejabat Kosovo menuduh unsur-unsur di Serbia utara memblokir jalan dan menembakkan senjata ke polisi khusus Pristina.

Perdana Menteri Kosovo Albin Kurti sebelumnya mengumumkan, mulai 1 Agustus, pemerintahnya tidak akan mengizinkan siapa pun berpelat nomor atau dokumen Serbia masuk atau keluar provinsi itu.

Kosovo mengklaim kemerdekaan sejak 2008. Menyusul aksi di Pristina ini, elite Kosovo menuduh pemimpin Serbia menjalankan taktik dan cara ala Vladimir Putin.

Kosovo menuduh Serbia mengobarkan kerusuhan dan berusaha merusak aturan hukum di provinsi yang memisahkan diri itu.

“Pemerintah Republik Kosovo mencintai, menghormati, dan melaksanakan hukum dan konstitusionalisme, perdamaian dan keamanan, untuk semua warga negara tanpa membeda-bedakan dan untuk seluruh negara kita bersama,” kata Kurti membela keputusan negaranya.

Kosovo menurutnya kini menghadapi chauvinisme nasional Serbia dan menerima informasi yang salah dari Beograd. Ia mendesak warganya untuk waspada.

Kurti menyalahkan Presiden Serbia Aleksandar Vucic dan komisarisnya untuk Kosovo Petar Petkovic atas tindakan agresif dan sikap mengancam dari Beograd.

Kepala Staf Presiden Kosovo, Vjosa Osmani di Twitter menuduh Serbia memainkan "peran spoiler" di Eropa atas nama Rusia.

Blerim Vela menuduh Vucic melakukan pengulangan buku pedoman Putin – mengacu pada klaim NATO tentang perilaku Presiden Rusia Vladimir Putin di Ukraina.

Vela juga mengklaim Serbia Kosovo telah mendirikan barikade atas perintah langsung Vucic dan menyebutnya sebagai upaya terang-terangan untuk merusak supremasi hukum.

Pada Minggu, Vucic menyampaikan pidato, menyalahkan Kosovo karena melanggar hak asasi manusia warga Serbia. Ia menegaskan, warganya tidak akan mengalami kekejaman lagi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved