Politik Global
Analisis Pakar: Memahami Rusuh Iran, Polisi Moral, dan Evolusi Tentang Hijab
Pakar geopolitik Asia Barat dan Timur Tengah Sharmine Narwani membeberkan apa yang sedang terjadi di Iran, dan problemnya tak sesederhana versi barat.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, BEIRUT - Sharmine Narwani, seorang penulis dan analis geopolitik Asia Barat, membeberkan apa yang sesungguhnya sedang terjadi di Republik Islam Iran.
Menurutnya banyak pihak yang menyederhanakan problem, dan barat telah keliru menarasikan babak demi babak kerusuhan hanya kepada soal aturan berhijab.
Dalam ulasan panjang di situs The Cradle, Jumat (9/12/2022), penulis berbasis di Beirut itu menjelaskan secara komprehensif aspek-aspek geopolitik Iran.
Narwani banyak melakukan liputan investigative dan secara teratur mengunjungi Iran. Terakhir Narwani ke Iran bula lalu saat mulai pecah kerusuhan di berbagai kota Iran.
Karya-karyanya diterbitkan di The American Conservative, Russia Today, The New York Times, USA Today, The Guardian, Al-Akhbar English, Assafir, Huffington Post, BRICS Post, Salon.com, Al Jazeera dan lain-lain.
Liputan investigasinya yang inovatif tentang konflik Suriah juga dipublikasikan di banyak media internasional.
Baca juga: Iran Dikabarkan Telah Bubarkan Polisi Moral
Baca juga: Menlu Iran : Konspirasi Asing Hancurkan Iran Telah Digagalkan
Baca juga: Protes Kematian Mahsa Amini, Artis Top Iran Sengaja Unggah Foto Tanpa Hijab di Medsos
Berikut laporan Sharmine Narwani yang telah dialihbahasakan lewat sejumlah penyesuaian kalimat tanpa mengubah substansi masalah yang dibahas.
Ledakan aksi protes di Iran yang dimulai pada September bukan secara khusus tentang hukum jilbab Republik Islam.
Tapi lebih ke protes atas pelanggaran dan ekses dari apa yang disebut polisi moral atau Gasht-e-Irshad, terhadap kaum perempuan Iran.
Ketidakpuasan publik dipicu kematian Mahsa Amini yang dipublikasikan secara luas, yang ditangkap oleh Irsyad dan meninggal saat dalam tahanan mereka.
Meskipun rekaman video berikutnya yang dirilis otoritas kepolisian Iran menunjukkan Mahsa Amini pingsan, kemungkinan besar karena riwayat kesehatan pribadinya.
Hasil otopsi resmi lembaga medis Iran juga menyatakan penyebab meninggalnya Amini bukan karena penganiayaan.
Tapi sebagian orang Iran berpendapat tekanan dari semua itu mungkin telah memicu masalah dan membuat Mahsa Amini jatuh.
Dalam minggu-minggu berikutnya, protes berubah menjadi kerusuhan, dan orang-orang terbunuh, baik warga sipil maupun aparat keamanan.
Apakah kedua belah pihak saling menembak, atau provokator eksternal lainnya sedang bermain, bukan subjek dari ulasan ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pengunjuk-rasa-memegang-potret-Mahsa-Amini-wanita-Iran-yang-meninggal-ditangkap-polisi-moral.jpg)