Politik Internasional

Menlu Iran : Konspirasi Asing Hancurkan Iran Telah Digagalkan

Menlu Iran mengklaim negaranya telah menggagalkan konspirasi asing untuk menghancurkan Iran lewat kerusuhan berlarut di negeri itu.

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Kantor Angkatan Darat Iran / AFP
Gambar selebaran ini disediakan oleh Kantor Angkatan Darat Iran pada 7 November 2021, menunjukkan tank tentara Iran selama latihan militer di pantai laut Oman di wilayah pesisir Balushistan. Militer Iran memulai manuver di tenggara negara itu dekat Selat Hormuz di mana Teheran melaporkan insiden baru-baru ini dengan Amerika Serikat. 

TRIBUNJOGJA.COM, TEHERAN – Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian menyatakan, sebuah plot untuk memicu kehancuran Iran telah digagalkan.

Amir-Abdollahian menambahkan, plot itu berusaha menciptakan perang saudara di Iran dan menyebabkan disintegrasi di antara rakyat Iran.

Berbicara di Teheran pada Rabu (23/11/2022), Hossein Amir-Abdollahian mengklaim kekerasan baru-baru ini dijadikan senjata politik oleh Amerika dan Israel.

Abdollahian melanjutkan, Teheran telah mengumpulkan dokumen yang membuktikan musuh Iran ingin memicu 'perang teroris' dengan tujuan akhir memecah Iran.

Baca juga: Jenderal Iran Tuding AS-Israel di Balik Rusuh Massa Terkait Kematian Mahsa Amini

Baca juga: Protes Kematian Mahsa Amini, Artis Top Iran Sengaja Unggah Foto Tanpa Hijab di Medsos

Menlu Iran juga menyarankan kerusuhan anti-pemerintah baru-baru ini didorong dan dimanfaatkan negara-negara asing.

Menurut Abdollahian, negara-negara ini menipu anak muda Iran sambil mempersenjatai teroris di wilayah tetangga Kurdistan Irak.

Selain itu, selama delapan minggu terakhir, Iran telah mendeteksi peningkatan besar dalam campur tangan asing di negara itu.

Dari 76 spot kelompok teroris dan anti-Iran muncul di Wilayah Kurdistan Irak, yang berbatasan dengan Iran.

Sementara itu, menurut pejabat itu, senjata Amerika dan Israel diselundupkan ke Iran.

"Teman-teman kita di Irak membuat komitmen untuk menyapu bersih kelompok-kelompok teroris itu dan melucuti senjata mereka dalam rentang waktu tertentu," katanya.

Itu menandakan serangan Iran terhadap sasaran di Irak akan terus berlanjut selama mereka dianggap sebagai ancaman.

Selama berbulan-bulan sekarang, Iran telah menyaksikan protes keras yang meletus atas kematian Mahsa Amini, seorang wanita berusia 22 tahun yang ditangkap oleh polisi moral Iran.

Ia dituduh mengenakan jilbab yang "tidak pantas" pada September. Gadis Kurdi itu meninggal beberapa jam kemudian masih dalam kendali polisi.

Pihak berwenang Iran mengklaim Mahsa meninggal karena kondisi medis yang sudah ada sebelumnya.

Sebaliknya, keluarga Mahsa Amini bersikeras perempuan itu dipukuli sampai mati saat dalam tahanan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved