Mengapa Gempa Cianjur Begitu Merusak? Ini Jawabannya dari Pakar Geologi UGM

Geolog UGM, Dr. Gayatri Indah Marliyani, ST., M. Sc., mengatakan bencana gempa yang baru saja terjadi magnitudonya cukup besar M 5.6 dan hiposenter

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Dok BPBD CIANJUR
Kerusakan akibat gemba Cianjur, Senin (21/11/2022). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Gempa di Cianjur, Jawa Barat, 21 November 2022 lalu tercatat memiliki kekuatan magnitudo 5,6 SR.

Meski angkanya terkesan kecil, tapi kerusakan yang terjadi akibat gempa itu cukup parah.

Bahkan, ada banyak korban yang meninggal dunia. Hingga Sabtu (26/11/2022), sudah 310 orang meninggal dan masih banyak yang hilang.

Tidak hanya itu, getaran gempa Cianjur sampai ke wilayah Jakarta dan juga terjadi longsor di sebagian Jawa Barat.

Baca juga: PSS Sleman Kalahkan Persiba Bantul Saat Laga Uji Tanding

Apa yang menyebabkan dahsyatnya kekuatan gempa tersebut?

Geolog UGM, Dr. Gayatri Indah Marliyani, ST., M. Sc., mengatakan bencana gempa yang baru saja terjadi magnitudonya cukup besar M 5.6 dan hiposenter yang dangkal yakni 11 km.

Gempa bumi ini menurutnya disebabkan oleh pergerakan sesar aktif di darat. 

“Sumber gempa yang dekat dengan permukaan serta magnitudo yang cukup besar menyebabkan dampak merusak yang cukup meluas terutama di sepanjang jalur sesar tersebut,” kata Gayatri, Sabtu (26/11/2022).

Soal getarannya yang mencapai daerah DKI Jakarta, menurut Gayatri, efek guncangan terasa paling besar di area dekat dengan hiposenter.

Dimana energi gempa terinisiasi dan mulai menyebar, mengakibatkan kerusakan signifikan di Cianjur dan Sukabumi. 

Sedangkan, wilayah Jakarta berada cukup dekat dengan lokasi gempa ini menyebabkan guncangan masih terasa kuat di wilayah Jakarta dan Bogor.

Selain itu, tipe tanah dan batuan di bawah kota Jakarta mendukung terjadinya amplifikasi gelombang gempa sehingga efek guncangan terasa lebih kuat di daerah cekungan Jakarta dibandingkan area lain berjarak sama yang memiliki batuan cenderung lebih keras.

Banyaknya bencana tanah longsor akibat gempa diakuinya dikarenakan di wilayah sekitar Cianjur, Sukabumi dan Bogor terdiri jenis batuan yang ada di sekitar area tersebut serta kemiringan lereng yang tinggi. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved