Berita Kesehatan
Tips Agar Anak Tidak Terkena Gangguan Ginjal Akut : Penuhi Cairan dalam Tubuh
Gangguan ginjal bisa muncul pada rentang usia 0-18 tahun dengan keluhan utama demam dan infeksi selama 14 hari terakhir.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal masih menjadi momok bagi sebagian orang tua.
Dugaan awal, gangguan ginjal disebabkan oleh konsumsi obat sirop yang tercemar Etilen glikol dan Dietilen glikol.
Dua senyawa itu menciptakan kristal yang membuat ginjal tidak berfungsi dengan baik.
Maka, satu di antara cara untuk mencegah anak terkena kasus ini adalah orang tua melakukan pengecekan pasti edaran obat yang aman saat anak terkena demam.
Baca juga: Penyakit Gagal Ginjal pada Anak Sebenarnya Bisa Sembuh 2-4 Minggu, Begini Penjelasannya
“Pastikan juga kebutuhan cairan anak terpenuhi, kompres air hangat, istirahat, konsumsi makanan bergizi, dan meminum obat-obatan selain sirup. Segera larikan anak ke fasilitas kesehatan terdekat jika ditemui tanda urin berkurang/tidak sama sekali kencing, sesak napas, bengkak, dan kejang/penurunan kesadaran,” ujar dr. RR. Dewi Sitoresmi A, Sp.A, Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII), Selasa (1/11/2022).
Dia menjelaskan, gangguan ginjal ini memang bisa muncul pada rentang usia 0-18 tahun dengan keluhan utama demam dan infeksi selama 14 hari terakhir.
Saat pemeriksaan didapatkan adanya radang ginjal tanpa pernah mengalami kelainan ginjal sebelumnya, sehingga mendapatkan diagnosis gangguan ginjal akut yang belum diketahui penyebabnya.
“Gagal ginjal akut anak merupakan kondisi serius, sehingga perlu tindakan yang cepat. Ini bukan penyakit baru, tapi butuh perhatian,” jelasnya.
Gangguan ginjal ini didefinisikan sebagai penurunan fungsi ginjal secara mendadak.
Tandanya meliputi penurunan produksi urin yang menyebabkan penumpukan racun di tubuh, seperti ureum dan kreatinin darah.
Dia melanjutkan bahwa penyebab gangguan ginjal anak sangat beragam. Mulai dari kekurangan cairan atau dehidrasi, perdarahan, luka bakar, gagal jantung, infeksi berat, batu ginjal, dan toksin endogen.
“Ethylene glycol masuk termasuk toksin endogen,” jelasnya.
Secara medis standar diagnosis yang ditetapkan oleh Kidney Disease Improving Global Outcome (KDIGO) 2012, gangguan ginjal ini dibagi menjadi tiga stadium.
Stadium 1 ditandai dengan peningkatan kreatinin serum 1.5-1.9x dari kadar normal dan pengurangan urin yang keluar <0>