Perang Rusia Ukraina

AS Serius Tanggapi Opsi Penggunaan Senjata Nuklir oleh Vladimir Putin

Pemerintah AS menanggapi serius ancaman penggunaan senjata nuklir seperti dungkapkan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
AP
Presiden AS Joe Biden saat berpidato di Universitas Harvard. Washington menanggapi serius ancaman penggunaan senjata nuklir oleh Rusia. 

TRIBUNJOGJA.COM, WASHINGTON – Gedung Putih menanggapi serius ancaman Presiden Rusia Vladimir Putin terkait opsi penggunaan senjata nuklir di perang Ukraina.

Washington menilai pernyataan itu Vladimir Putin itu tidak bertanggung jawab. Pemerintah AS terus memantau perkembangan ini.

Vladimir Putin dalam pidato nasional Rabu (20/9/2022) menyatakan, Rusia siap menggunakan segala cara yang diperlukan untuk melindungi integritas teritorialnya.

Baca juga: Presiden Putin : Rusia Tak Menggertak Jika Harus Pakai Senjata Nuklir

Baca juga: Apa Makna Mobilisasi Pasukan Rusia, Ini Penjelasan Pakar Geopolitik Belgia

Baca juga: Rusia Ungkap Jumlah Kerugian Nyawa Selama Perang Lawan Ukraina

Berbicara kepada ABC News, juru bicara Gedung Putih John Kirby mengatakan mereka harus menganggap serius retorika semacam ini.

"Itu adalah retorika yang tidak bertanggung jawab bagi kekuatan nuklir untuk berbicara cara seperti itu,” kata Kirby.

Kirby mengatakan Washington sedang memantau situasi sebaik yang kami bisa tetapi mencatat belum ada indikasi Rusia telah mengubah postur senjata strategisnya.

Jika Rusia memutuskan untuk menyebarkan senjata nuklir, Kirby memperingatkan akan ada konsekuensi parah untuk Moskow.

Ia merujuk pernyataan Presiden AS Joe Biden, yang mendesak Rusia untuk menghindari penggunaan nuklir.

"Ini mengubah wajah perang tidak seperti apa pun sejak Perang Dunia II,” kata Kirby menirukan Joe Biden.

Komentar Kirby muncul setelah Putin mengumumkan mobilisasi parsial di Rusia, mengklaim negaranya sekarang memerangi seluruh mesin militer barat di Ukraina.

Pemimpin Rusia mengatakan barat secara terbuka mengejar kekalahan militer Rusia dan berusaha untuk mendorong negara itu menjadi tidak penting dan menjarah kekayaan alamnya.

Putin lebih lanjut mengklaim bahwa beberapa pejabat senior di negara-negara NATO telah menyarankan penggunaan senjata nuklir taktis terhadap pasukan Moskow.

Karena itu Rusia siap untuk menggunakan segala cara yang diperlukan untuk membela diri dan rakyatnya.

NATO pada pernyataan terbarunya mengatakan kepada Moskow Rusia tidak dapat memenangkan perang nuklir.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved