Perang Rusia Ukraina

Presiden Putin : Rusia Tak Menggertak Jika Harus Pakai Senjata Nuklir

Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh negara barat ingin memecahbelah Rusia. Rusia siap menggunakan senjata nuklir jika dipaksa.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Attila KISBENEDEK / AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin. Vladimir Putin menegaskan Rusia tak sekadar menggertak jika harus menggunakan senjata nuklir dalam perang. Ia menuduh negara barat hendak menghancurkan Rusia dan memecahbelah negara itu. 

UPDATE INFO

  • Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu memobilisasi sebagian pasukan cadangan
  • Dua wilayah Ukraina, Donetsk dan Luhanks mulai 23-27 September 2022 akan melakukan referendum
  • Referendum akan menentukan penduduk wilayah Donbass itu akan tetap Bersama Ukraina atau masuk Federasi Rusia
  • Hasil jajak pendapat Institut Politik Krimea, mayoritas penduduk di Donbass akan memilih bergabung Federasi Rusia
  • Pemimpin barat langsung mengecam keputusan Vladimir Putin sembari mengatakan Rusia gagal dalam perang di Ukraina

TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan, Rusia tak sekadar menggertak jika terpaksa harus menggunakan senjata nuklir di perang Ukraina.

Pernyataan itu disampaikan Presiden Rusia Vladimir Putin saat berpidato secara nasional di Moskow, Rabu (20/9/2022).

Pada pidato itu Vladimir Putin menyatakan secara terbuka, negara-negara barat menginginkan Rusia terpecah belah menggunakan Ukraina sebagai pijakan politik mereka.

Karena itu Rusia menurut Putin akan menggunakan segala cara yang dimilikinya untuk mempertahankan diri dan memastikan integritas teritorialnya.

“Termasuk pengerahan senjata nuklirnya, jika diserang dengan senjata pemusnah massal. Kita tidak sekadar menggertak,” tegas Putin.

Baca juga: Dmitri Medvedev : Jerman Sudah Bertindak Memusuhi Rusia

Baca juga: Rusia Ungkap Jumlah Kerugian Nyawa Selama Perang Lawan Ukraina

Baca juga: Adu Kecanggihan Drone di Perang Rusia Ukraina, Kremlin Pakai Shahed-136, Ukraina Pakai Bayraktar TB2

Presiden Putin membuat pidato nasional setelah ia memutuskan melakukan mobilisasi khusus, memanggil tentara cadangan untuk kepentingan operasi militer di Ukraina.  

Mengulang pernyataan terdahulu, Putin menyebutkan Rusia telah diserang barat, yang ingin negara itu dipecah menjadi bagian-bagian yang berperang.

“Tujuan barat adalah untuk melemahkan, memecah belah, dan pada akhirnya menghancurkan bangsa kita,” kata Putin.

“Mereka mengatakan secara langsung mereka berhasil memecah Uni Soviet pada 1991, dan sekarang saatnya bagi Rusia sendiri untuk dipecah menjadi banyak wilayah yang akan saling menyerang,” lanjut pemimpin Rusia itu dalam pidato yang disiarkan televisi.

Dia bersikeras pemerintah Ukraina yang bermusuhan di Kiev adalah produk Russophobia yang disengaja oleh barat.

“Selama beberapa dekade (barat) dengan sengaja memupuk kebencian terhadap Rusia, pertama dan terutama di Ukraina, yang mereka bayangkan sebagai pijakan melawan Rusia,” katanya.

“Barat mengubah rakyat Ukraina menjadi umpan meriam dan mendorong mereka berperang melawan negara kita,” kata Putin.

Dia menyatakan konflik yang sedang berlangsung dimulai pada 2014, ketika kudeta bersenjata di Kiev menggulingkan pemerintah terpilih Ukraina.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved