WHO Beri Sinyal Akhir Pandemi di Depan Mata, Epidemiolog UGM: Covid-19 Bukan Lagi Ancaman

World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia mulai memberi sinyal bahwa pandemi akan segera berakhir.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
covid19.go.id
Ilustrasi Covid-19 

“Saya melihat lebih disitunya. Jadi, Covid-19 bukan ancaman yang prioritas lagi. Penyakitnya ya tetap ada dan masih bersirkulasi di masyarakat. Dari waktu ke waktu mungkin nanti juga akan ada semacam tahap-tahap yang seperti kemarin. Akan ada kenaikan kasus dan sebagainya," jelasnya.

Dijelaskannya, Covid-19 tak lagi menjadi ancaman lantaran cakupan pemberian vaksin ke masyarakat sudah mulai meluas.

Bahkan, di Eropa dan Amerika, dalam beberapa kasus, tidak lagi wajib memakai masker dan jaga jarak.

“Kondisinya sudah mengarah ke situasi apabila terjadi penularan maka sebagian besar penyakit yang muncul atau infeksi yang terjadi tidak akan menimbulkan kasus-kasus yang bergejala atau menimbulkan gejala yang cukup serius yang menyebabkan masalah kesehatan di masyarakat,” kata dia.

Pria yang akrab disapa Donnie itu tidak menampik jika tanda-tanda berakhirnya pandemi semakin dekat dengan kenyataan.

Baca juga: Bupati Magelang Lantik Kepala Desa PAW Tanggulrejo, Ini Pesan dan Permintaannya

Dia mengungkap, Covid-19 kini tidak lagi menimbulkan orang sakit dan tidak membebani sistem kesehatan sehingga pada akhirnya tidak terlalu menjadi masalah.

“Artinya kita terinfeksi tetapi kita tidak sakit, kan tidak perlu ngapa-ngapain tho. Kita tetap beraktivitas, tidak harus ke rumah sakit dan seterusnya. Hal-hal semacam itu tidak lagi menjadi beban rumah sakit, puskesmas, atau sistem kesehatan secara luas," terangnya.

Ia menambahkan, situasi saat ini sudah jauh berbeda dengan di awal Maret 2020 saat pemerintah sudah mendeklarasikan pandemi.

“Saya melihatnya itu sebagai sebuah respons. Tetapi sebagai sebuah penyakit penularan masih tetap terjadi, dan akan tetap terjadi secara global hanya saja keparahan penyakitnya sudah sangat jauh berkurang sehingga kemudian kita bisa mengatakan ini tidak lagi terlalu menjadi masalah bagi kesehatan masyarakat," imbuhnya. (Ard)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved