Kisah Inspiratif

Teringat Mendiang Sang Eyang, Polisi di Kulon Progo Rela Jual Rumah untuk Bangun Masjid

Polisi berpangkat ajun komisaris polisi (AKP) itu rela menjual rumahnya untuk membangun tempat beribadah yang diberi nama Masjid Al Mukhorobin.

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Sri Cahyani Putri Purwaningsih
Kapolsek Pengasih, AKP Heru Meiyanto tengah berdiri di depan Masjid Al Mukhorobin yang dibangun di halaman belakang polsek yang dipimpinnya. Ia membangun masjid itu dari hasil penjualan rumahnya. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Heru Meiyanto terngiang-terngiang akan pesan dari mendiang eyangnya bahwa jika ingin masuk surga jangan sendiri melainkan ajaklah orang lain. 

Dari pesan yang dititipkan kepadanya itulah, pria yang sekarang ini menjabat sebagai Kapolsek Pengasih di Kabupaten Kulon Progo menginisiasi pembangunan masjid di halaman belakang polsek yang dipimpinnya itu. 

Polisi berpangkat ajun komisaris polisi (AKP) itu rela menjual rumahnya untuk membangun tempat beribadah yang diberi nama Masjid Al Mukhorobin.

Pembangunan masjid dari hasil penjualan rumahnya juga mendapat dukungan dari keluarganya. 

"Ini kami sekeluarga, saya, anak dan istri tentunya sudah musyawarah kecil. Saya sampaikan kepada mereka bahwa hidup di dunia tidak lama. Jadi tidak usah terlalu mekengkeng (red: digenggam) harta yang dimiliki saat ini karena akan ditinggalkan sewaktu meninggal dunia," kata Heru, Jumat (9/9/2022). 

Baca juga: Kisah Setiawan Pelukis Karikatur 3D Costume di Malioboro, Dapat Pesanan Hingga Amerika

"Mumpung ada kesempatan, diberikan kesehatan dan kelapangan rezeki, dimanfaatkan. Jangan pelit-pelit dengan harta yang dimiliki," lanjutnya. 

Terkait biaya untuk pembangunan Masjid Al Mukhorobin, tidak sepenuhnya dari hasil penjualan rumah pribadinya. Melainkan ada sumbangsih dari orang lain yang ikut menyumbangkan sebagian dari rezekinya. 

Bahkan seluruh anggota Polsek Pengasih dan Polres Kulon Progo saling bahu membahu guna kelancaran pembangunan baik berupa barang seperti bahan material, tenaga dan lainnya. 

Pria berusia 47 tahun melanjutkan, pembangunan masjid Al Mukhorobin bermula ketika kondisi musala yang sudah ada di Polsek Pengasih sebelumnya hanya muat sedikit untuk salat berjemaah.

Dikarenakan hanya memiliki luasan 1,5×2 meter.

Padahal, anggota polisi yang bertugas di Polsek Pengasih berjumlah 60 orang. Satu diantaranya beragama non muslim. 

"Sehingga kalau berjemaah harus bergantian maksimal 5 orang, itu saja harus berdempetan," ucapnya. 

Kini, Masjid Al Mukhorobin berukuran 10×12 meter itu telah berdiri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved