Kisah Inspiratif
Teringat Mendiang Sang Eyang, Polisi di Kulon Progo Rela Jual Rumah untuk Bangun Masjid
Polisi berpangkat ajun komisaris polisi (AKP) itu rela menjual rumahnya untuk membangun tempat beribadah yang diberi nama Masjid Al Mukhorobin.
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
Sekarang ini, bangunan satu lantai itu didominasi warna emas dan kuning sudah setengah jadi.
Bahkan, telah dimanfaatkan untuk beribadah salat maupun mengaji.
Rencananya, masjid itu akan dibangun dua lantai.
Heru yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek Samigaluh itu juga pernah membangun masjid dan Pondok pesantren (ponpes) di sana yakni Masjid Baitussalam di Pagerharjo, Samigaluh, serta Musala dan Ponpes Al Furqon di Gerbosari, Samigaluh.
Baca juga: Menelisik Kisah Dusun Tak Berpenghuni alias Dusun Mati di Kabupaten Magelang
Dia bercerita pembangunan beberapa masjid yang telah dilakukannya itu tak lepas dari pesan mendiang eyangnya.
Setelah pembangunan masjid di Pengasih ini, ia akan terus berkarya untuk kemaslahatan masyarakat.
"Cita-cita kami sampai akhir hayat berusaha membangun dan memakmurkan masjid, minimal bisa sebagai motivasi saudara-saudara kita. Kalau kata almarhum simbah saya, jika ingin masuk surga jangan sendiri ajaklah orang lain," ungkapnya.
Pria yang sudah menyelesaikan pendidikan S3 ini ternyata juga aktif menjadi mentor dan dosen di beberapa ponpes maupun perguruan tinggi.
Di antaranya Ponpes Sulaimaniyah di Sogan, Kapanewon Wates, Ponpes Imam Asyafii di Tunjungan, Kapanewon Pengasih dan Ponpes Al Furqon di Gerbosari, Kapanewon Samigaluh.
Selain itu, ia juga mengajar di Poltekkes Karya Husada Yogyakarta mengampu mata kuliah (matkul) Keperawatan Komplementer dan STISIP Kartika Bangsa matkul Pengembangan Organisasi Publik. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Teringat-Mendiang-Sang-Eyang-Polisi-di-Kulon-Progo-Rela-Jual-Rumah-untuk-Bangun-Masjid.jpg)