Tol Yogyakarta Bawen

Terimbas Tol Yogya-Bawen, Bangunan Cagar Budaya Ndalem Mijosastran Diharapkan Segera Direlokasi Utuh

Pemda DIY dan pihak keluarga, ahli waris pemilik cagar budaya berbentuk rumah limasan tradisional itu, menginginkan ada relokasi utuh. 

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Ahmad Syarifudin
Ndalem Mijosastran di Padukuhan Pundong II, Kalurahan Tirtoadi, Mlati, Kabupaten Sleman. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Proyek pembangunan jalan Tol Yogya-Bawen di seksi 1 (junction Sleman - Banyurejo) berhadapan dengan bangunan cagar budaya Ndalem Mijosastran di Padukuhan Pundong II, Kalurahan Tirtoadi, Kabupaten Sleman.

Hampir seluruh lahan di Padukuhan ini sudah dibersihkan.

Tetapi bangunan cagar budaya ini masih berdiri karena belum dibebaskan.

Pemda DIY dan pihak keluarga, ahli waris pemilik cagar budaya berbentuk rumah limasan tradisional itu, menginginkan ada relokasi utuh. 

Baca juga: 22 Parpol di Kulon Progo Diharap Manfaatkan Perpanjangan Waktu Unggah Surat Pernyataan Anggota

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru), Krido Suprayitno pada Rabu (31/8/2022) mengatakan, lahan Ndalem Mijosastran masuk pengadaan tanah proyek jalan Tol Yogya-Bawen tahap pertama, sehingga proses pembebasannya didorong segera diselesaikan.

Sebab, jika pengadaan tanah tahap pertama ini belum rampung maka tim persiapan pengadaan tanah tidak akan memproses rencana penambahan lahan dalam proyek pembangunan jalan tol sepanjang 76 kilometer itu. 

"(Cagar Budaya Ndalem Mijosastran) ini masuk (pengadaan tanah) tahap pertama ya. Jadi ini harus selesai dulu. Kami selaku tim persiapan tidak akan memproses, apabila tahap pertama belum selesai, sehingga nantinya kami tidak punya tunggakan," kata dia. 

Menurut Krido, pembangunan jalan tol tidak boleh melewati cagar budaya. Artinya, keberadaan cagar budaya harus dilindungi.

Adapun dalam kasus Ndalem Mijosastran di Tirtoadi ini, kata dia, yang menjadi cagar budaya adalah bangunan rumah limasan tradisional.

Sehingga rekomendasi dari Pemda DIY adalah dengan merelokasi secara utuh bangunan yang menjadi cagar budaya tersebut. 

"Pertanyaannya, apakah yang menjadi cagar budaya (Ndalem Mijosastran), tanah atau bangunannya?. Jika bangunan, maka harus diperlakukan sebagai cagar budaya. Yaitu, harus direlokasi utuh. Jika cuma direlokasi setengah, akan menghilangkan cagar budaya-nya," kata dia. 

Ndalem Mijosastran yang berada di Padukuhan Pundong II, Mlati, Kabupaten Sleman memiliki sejarah panjang diawal kemerdekaan Republik Indonesia.

Bangunan berbentuk rumah limasan tradisional itu pernah difungsikan sebagai pos Tentara Indonesia.

Pada tahun 2015, bangunan ini mendapatkan penghargaan anugerah budaya Pelestarian Cagar Budaya dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan pada tahun 2017 melalui Surat Keputusan Bupati Sleman, No:14.7/Kep.KDH/A/2017 tertanggal 6 Februari 2017 ditetapkan menjadi cagar budaya, 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved